Laporkan Masalah

KOMPOSISI VEGETASI DAN NEKTON DI KAWASAN HUTAN MANGROVE KPH PROBOLINGGO JAWA TIMUR

PEGGY AWANTI NILA KRISNA, Dioko Marsono, Ernv Poediirahaioe

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan mangrove merupakan salah satu tipe hutan yang memiliki karakteristik khas, ditemui di pantai yang dangkal dan landai serta di muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi vegetasi pada masing-masing zonasi hutan mangrove, pola pengelompokan komunitas vegetasi hutan mangrove, komposisi nekton pada masing-masing zonasi, serta hubungan komposisi mangrove, komposisi nekton dengan faktor lingkungan habitat khususnya kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 blok pengamatan di areal yang diteliti. Setiap blok dibagi menjadi 2 eksperimental unit (releve) berdasarkan vegetasi yang dominan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sistem jalur selebar 20 m dan jarak antar jalur 150 m. Setiap jalur dibuat petak ukur berukuran 20x20 m untuk pohon secara bersambungan yang sekaligus berisi PU 5 x 5 m untuk sapihan dan PU 2x2 m untuk semai. Pengamatan terhadap nekton dilakukan dengan membuat 2 buah PU berukuran 5x5 m pada masingmasing releve. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu air, pH air dan salinitas air, DO, C02 terlarut sertabahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis vegetasi penyusun hutan mangrove untuk tingkat semai, sapihan dan pohon pada zona luar didominasi oleh Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba. Pada zona dalam tingkat semai dan sapihan didominasi oleh Lumnitzera racemosa dan Ceriops decandra sedang tingkat pohon didominasi oleh Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba. Berdasarkan analisis tandan, di lokasi penelitian terbentuk 5 kelompok komunitas untuk semai, 3 kelompok komunitas untuk sapihan dan 2 kelompok komunitas untuk pohon. Pengamatan terhadap komposisi nekton menunjukkan bahwa pada setiap zonasi tersusun atas nekton yang berbeda-beda, baik dalam hal kepadatannya maupun keanekaragamannya. Jenis yang mendominasi zona luar adalah Balanus sp, Littorina sp dan Cerithidea sp, sedangkan zona dalam didominasi oleh Uca sp, Syncera sp, Littorina sp dan Alphaeus sp. Hubungan antara komposisi vegetasi dan komposisi nekton menunjukkan bahwa komposisi nekton berkorelasi positif dengan komposisi sapihan dan pohon, serta berkorelasi negatif dengan komposisi semai. Hubungan komposisi vegetasi dengan faktor lingkungan menunjukkan vegetasi tingkat semai, sapihan dan pohon berkorelasi negatif dengan pH dan C02 terlarut. Komposisi semai berkorelasi positif dengan suhu dan bahan organik, sapihan berkorelasi positif dengan suhu sedangkan pohon hanya berkorelasi positif dengan bahan organik. Sementara itu komposisi nekton berkorelasi positif dengan pH, suhu, salinitas dan bahan organik, sebaliknya berkorelasi negatif dengan suhu, salinitas dan kandungan C02 terlarut.

Kata Kunci : mangrove, nekton, vegetasi, zonasi

  1. S1-1999-_94938-abstract.pdf  
  2. S1-1999-_94938-bibliography.pdf  
  3. S1-1999-_94938-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1999-_94938-title.pdf