Laporkan Masalah

Analisis Kemandirian Keuangan Daerah Lima Kabupaten Sebagai Basis Provinsi Pemekaran Kapuas Raya

SENEN, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.

2019 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi keuangan Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2012-2016. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dengan menganalisis hasil perhitungan rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio aktivitas belanja daerah, rasio pertumbuhan APBD, dan rasio desentralisasi fiskal. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kemandirian pada lima kabupaten tersebut masih dalam kategori sangat rendah dengan rasio rata-rata antara 3,29%-7,15% atau disebut pola instruktif, sedangkan tingkat efektivitas secara rata-rata lima pemerintah daerah ini memiliki pemerolehan pendapatan asli daerah yang sangat efektif. Rasio belanja daerah, lebih dari 70% merupakan belanja operasional, sedangkan kurang dari 30% merupakan belanja modal. Pertumbuhan APBD mengalami pertumbuhan yang positif setiap tahunnya. Secara rata-rata pertumbuhan APBD mencapai 11,71%-18,45%. Rasio desentralisasi fiskal selama periode 2012-2016 masuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai rasio sebesar 5,04%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sumber penerimaan APBD pada lima kabupaten diatas masih sangat bergantung pada keuangan pemerintah eksternal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wacana pemekaran wilayah Provinsi Kapuas Raya untuk saat ini perlu dipertimbangkan.

This study aims to analyze financial conditions in five districts among Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, and Kapuas Hulu, on Local Government Financial Reports (LGFR) year 2012-2016. This research used descriptive analysis method, by analyzing the results of the calculation of the independence ratio, effectiveness ratio, regional expenditure activity ratio, local government budget growth ratio, and fiscal decentralization ratio. The results showed that the level of independence in the five districts was still in the category of very low on average between 3.29%-7.15% with an instructive pattern. While local own source revenue effectiveness of the five regional governments on average has very effective. The ratio of regional expenditure, more than 70% is operational expenditure, while less than 30% is capital expenditure. The local government budget growth that occurred in the five local governments above experienced positive growth every year. The average of local government budget growth reached 11.71%-18.45%. The ratio of fiscal decentralization during the period 2012-2016 is in the category of very less with a ratio of 5.04%. The result of this study explained that the financial condition in those five districts above is still very dependent on external government finances. This research can be concluded that financial capacity in the five districts is still very low.

Kata Kunci : Kondisi Keuangan, Rasio, LKPD, Desentralisasi.

  1. S2-2019-417171-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417171-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2019-417171-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417171-title.pdf.pdf