Laporkan Masalah

STUDI FENOMENOLOGI: KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA LAKI-LAKI DENGAN AYAH BURUH MIGRAN DI DESA PASIRAN, RIAU

SYORGA ISLAMI, Dr. Wisjnu Martani, S.U., Psikolog

2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI

Kabupaten Bengkalis memiliki posisi yang sangat strategis karena di sebelah utara berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Posisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Bengkalis terutama dari segi ekonomi, yaitu kemudahan dalam kesempatan bekerja sebagai buruh migran di Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesejahteraan psikologis remaja laki-laki yang memiliki ayah buruh migran serta untuk mengetahui bagaimana remaja laki-laki memahamai dan memaknai kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis remaja laki-laki dengan ayah buruh migran di desa Pasiran ditentukan oleh bagaimana peran ibu dalam mengasuh yang berpengaruh terhadap pembentukan peran gender pada remaja. Ketika ibu mampu membentuk peran gender remaja laki-laki yang maskulin sesuai harapan masyarakat, maka masyarakat akan dengan mudah menerima keberadaan remaja, yang artinya perilaku remaja sesuai dengan peran gender yang diharapkan oleh masyarakat. Sebaliknya, ketika ibu tidak mampu membentuk peran gender remaja laki-laki yang maskulin dan cenderung feminin, maka akan muncul ketidaknyamanan pada remaja laki-laki terhadap lingkungan yang diberikan oleh masyarakat, sehingga menimbulkan gejolak psikis yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Adanya penerimaan diri dalam penelitian ini sangat berperan besar terhadap kondisi diri remaja.

Bengkalis regency has a very strategic position because it is directly adjacent to the Malacca Strait in the north. This position is a distinct advantage for the society in Bengkalis, especially for terms of the economy, namely the ease of working as migrant workers in Malaysia. This study aims to explore the psychological well-being of male adolescence who have migrant workers' fathers and to find out how male adolescence understands also interpreting the psychological well-being. The method used is qualitative with phenomenal approach. The results are indicated that the psychological well-being of male adolescence who has migrant workers' fathers in Pasiran village is determined by how the role of mothers on nurturing influences the gender roles in their male adolescence. When the mother is able to form a masculine gender role in a male adolescence according to the expectations of the society, then they will accept easily the existence of adolescence, which means that adolescence���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s behavior is in accordance with the gender roles expected by the society. Conversely, when a mother is unable to form a male gender role that is masculine and tends to be feminine, there will be discomfort in male adolescence towards the environment given by the society, causing psychological turmoil that affects the psychological well-being of adolescence. The existence of self-acceptance in this study plays a major role in adolescence self-condition.

Kata Kunci : buruh migran, kesejahteraan psikologis, remaja laki-laki

  1. S2-2019-392255-abstract.pdf  
  2. S2-2019-392255-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-392255-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-392255-title.pdf