PENDUGAAN EROSI DAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH SUB DAS PRONGGO DAN SUB DAS TERMAS PONGGOK DAS GRINDULU KABUPATEN PACITAN
Aqshan Shadikin Nurdin, Djoko Marsono, Putu Sudira
2011 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKerusakan sumberdaya alam hutan (SDH) yang terjadi saat ini telah menyebabkan terganggunya keseimbangan lingkungan hidup daerah aliran sungai (DAS). Tekanan yang besar terhadap sumberdaya alam oleh aktivitas manusia, salah satunya dapat ditunjukkan adanya perubahan penutupan lahan yang begitu cepat. Erosi yang terjadi di wilayah Sub DAS Pronggo dan Sub DAS Termas Ponggok dapat meningkatkan kerentanan banjir di wilayah hilir. Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan berpotensi besar menimbulkan bahaya erosi dan penurunan produktifitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan erosi dengan menggunakan metode MUSLE, Mengkaji kesesuaian antara penggunaan lahan saat ini dan melakukan penilaian kemampuan lahan di wilayah penelitian terkait dengan peruntukannya. Nilai rata-rata prediksi erosi menggunakan metode MUSLE pada Sub DAS Pronggo adalah 5,05 ton/ha/th sedangkan pada Sub DAS Termas Ponggok Kupang adalah 8,94 ton/ha/th. Hasil uji korelasi memperlihatkan hubungan antara prediksi erosi MUSLE dengan erosi aktual cukup kuat. Terdapat beberapa kelas kemampuan lahan diantaranya adalah kelas kemampuan lahan II memiliki potensi lahan yang tinggi, sehingga dapat diusahakan untuk pertanian, dan permukiman. Kelas kemampuan lahan IV dengan pengelolaan terbatas, sehingga di perlukan tindakan konservasi, seperti pembuatan teras bangku. Kelas kemampuan lahan VI dan VII merupakan lahan dengan potensi rendah atau sulit diusahakan untuk pertanian, kelas kemampuan lahan ini diperuntukan untuk tanaman kehutanan dan padang pengembalaan.
The existing damage of forest natural resource recently has disturbed the ecosystem balance in watershed. Enormous pressure on natural resources is as a result of human activities, one of which is the rapid change of land cover. Erosion occurring in the area of Pronggo Sub watershed and Termas Ponggok Sub watershed may increase flood vulnerability in the downstream region. Land use that is not appropriate to land capability potentially causes erosion and decreases land productivity. This research was aimed at the erosion estimation by using MUSLE method, studying the suitability of current land use and assessing land capability in the research sites in relation to the allocation. The average value of erosion prediction using the MUSLE method in Pronggo Sub watershed is 5.05 tons/ha/year, while in the Termas Ponggok Sub watershed is 8.94 tons/ha/year. The result of correlation test indicated a strong relation between MUSLE erosion prediction and the actual erosion. There are several classes of land capability. Land capability class II has high land potential so it can be cultivated for agriculture and settlement. Land capability class IV has limited management so it needs conservation such as the making of bench terrace. Land capability class VI and VII are lands with low potential or difficult to be cultivated for agriculture, which are designated for forestry crops and pasture.
Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai, Erosi, Kemampuan Lahan