Laporkan Masalah

KESESUAIAN PEMANFAATAN MANGROVE UNTUK EKOWISATA ATAU SILVOFISHERY DI KECAMATAN JEMAJA TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

NIA JULITA, Prof. Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P; Dr. Ir. Soewarno Hasanbahri, M.S.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KEHUTANAN

INTISARI Ekosistem mangrove di Kecamatan Jemaja Timur khususnya Desa Genting Pulur merupakan hutan produksi alam yang keadaan ekosistemnya masih terjaga dengan baik. Saat ini hutan mangrove di Desa Genting Pulur belum ada pengelolaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pengelolaan yang lestari dan sesuai peruntukannya bisa dicapai salah satunya dengan penelitian untuk mengetahui kesesuaian peruntukan apakah untuk ekowisata atau silvofishery. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi lingkungan ekosistem kawasan mangrove di Kecamatan Jemaja Timur khususnya Desa Genting Pulur, Kesesuaian peruntukan kawasan sebagai acuan strategi pengelolaan kawasan mangrove khususnya di Desa Genting Pulur Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian dilakukan di hutan mangrove Desa Genting Pulur seluas 58 Ha. Penelitian menggunakan metode pengukuran transek garis dan petak contoh, intensitas sampling 0,5%, luas petak ukur 10 x 10 meter, jumlah petak ukur 30, untuk pengambilan data vegetasi, suhu, salinitas, ketebalan lumpur, pH dan Disolved Oxygen (DO). Pengambilan data reptil menggunakan metode pengamatan langsung. Analisis data kesesuaian ekologis mangrove untuk ekowisata dilakukan dengan perhitungan indeks kesesuaian wisata (IKW) dan analisis kesesuaian untuk silvofishery dilakukan dengan mencocokkan parameter dengan kriteria silvofishery. Selanjutnya, data tersebut dibandingkan mana yang lebih sesuai peruntukannya. Dari hasil penelitian di lapangan hasil nilai IKW untuk hutan mangrove Desa Genting Pulur adalah 68%, sehingga analisis kesesuaian untuk ekowisata adalah Sesuai. Analisis untuk silvofishery terdapat dua parameter yang tidak sesuai peruntukannya untuk silvofishery diantaranya : kerapatan vegetasi 1000 /ha, DO 7,77 mg/l. Paramater suhu 29°C , pH 7,5 dan ketebalan lumpur 34 cm berada pada kelompok peruntukan ditingkatkan lagi supaya dapat digunakan silvofishery, parameter yang termasuk kategori sesuai untuk silvofishery adalah plankton ID 0,99 dan nekton ID 0,89, hanya satu parameter yaitu salinitas 32‰ yang hasilnya tidak berada pada ketiga kriteria peruntukan. Dari pengamatan dilapangan sesuai dengan hasil analisis kesesuaian maka di dapat hasil untuk kesesuaian peruntukan kawasan mangrove Desa Genting Pulur adalah untuk ekowisata. Kata Kunci : Mangrove, ekowisata, silvofishery, kesesuaian ekologis

ABSTRACT Mangrove ecosystems in Jemaja Timur especially Genting Pulur are natural production forests whose condition is still well maintained. However, there is no forest management to improve the welfare of the surrounding community in Genting Pulur. Sustainable and effective management can actually be achieved by research to find out whether the designation is for ecotourism or silvofishery. The purposes of this study are to identify the environmental conditions of mangrove ecosystems in Jemaja Timur, especially in Genting Pulur, and obtain the results of regional designation suitability as a reference for mangrove management strategies, especially in Genting Pulur, Jemaja Timur, Kepulauan Anambas. The research was conducted at 58 hectares of mangrove forest in Genting Pulur. The study used the method of measuring transect line plot, 0.5% intensity sampling, 10 x 10 meter plot area, 30 plots for vegetation data collection, temperature, salinity, mud thickness, pH, and disolved oxygen (DO). Reptile data retrieving was conducted by applying the direct observation method. Data analysis of mangrove ecological suitability for ecotourism was carried out by calculating the indeks kesesuaian wisata (IKW); while suitability analysis for silvofishery was done by matching parameters with silvofishery criteria. The data were then compared to know which one was more appropriate to meet the purpose. The findings indicated that the IKW value for the mangrove forest in Genting Pulur was 68%, hence the suitability analysis for ecotourism was appropriate. The analysis result for silvofishery proposed that there were two unsuitable parameters for silvofishery, i.e. vegetation density 1000/ha and DO 7.77 mg/l. Parameters temperature of 29°C, pH 7.5, and mud thickness 34 cm in the designation group should be increased in order to be used for silvofishery. Appropriate parameters for silvofishery plankton were ID 0.99 and nekton ID 0.89. Salinity of 32‰ was the only paramater whose result was not in all three designation criteria. Based on the results of conformity analysis, mangrove areas in Genting Pulur Village were suitable for ecotourism. Key Words : Mangrove, ecotourism, silvofishery, ecological suitability

Kata Kunci : Mangrove, ecotourism, silvofishery, ecological suitability

  1. S2-2019-403531-abstract.pdf  
  2. S2-2019-403531-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-403531-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-403531-title.pdf