Laporkan Masalah

FREKUENSI DAN POLA SEBARAN SPASIAL BENALU PADA EKOSISTEM HUTAN JATI DI WILAYAH RPH KRANDEGAN, BKPH BEGAL, KPH NGAWI, PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR

AULIA NOOR AZIZI, Ir. Soewarno Hasan Bahri, M.S.

2014 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN

Benalu merupakan tumbuhan setengah perdu yang hidupnya menumpang dan merugikan tumbuhan yang ditumpangi. Beberapa wilayah hutan di RPH Krandegan, BKPH Begal, KPH Ngawi terdapat gangguan benalu pada hutan jati KU I sampai KU VI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi benalu dan pola sebaran tumbuhan benalu. Penentuan area yang akan dijadikan sampel menggunakan metode transek Multi stage sampling untuk memperoleh frekuensi benalu dan pola distribusi benalu dengan unit sampel adalah pohon. Intensitas sampling yang digunakan KU tua memakai intensitas sampling 10 %, untuk KU sedang intensitas sampling 5%, dan untuk KU muda sebesar 1 %. Data frekuensi diperoleh dengan metode ratio ragam. Data pola sebaran benalu dengan perhitungan Chi square dan Indeks dispersi. Hasil penelitian frekuensi benalu pada KU I sebanyak 52,8% batang pohon yang tidak terganggu benalu, dan 47,2% batang terganggu benalu; pada KU II sebanyak 73% batang pohon tidak terganggu benalu, dan 27% batang terganggu benalu; pada KU III sebanyak 25,3% batang pohon tidak terganggu benalu, dan 74,7% batang terganggu benalu; pada KU IV sebanyak 41% batang pohon tidak terganggu benalu, dan 59% batang terganggu benalu; pada KU V sebanyak 21,7% batang pohon tidak terganggu benalu, dan 78,3% batang terganggu benalu; pada KU VI sebanyak 39,7% batang pohon tidak terganggu benalu, dan 60,3% batang terganggu benalu. Pola sebaran yang terjadi pada KU I sd KU VI adalah pola sebaran mengelompok.

Parasite is an herbaceous plant that lives half riding and harmful to the plants. Some forest areas in RPH Krandegan, BKPH Begal, KPH Ngawi parasite there is interference on the teak forests KU KU I through VI. This study aims to determine the frequency of parasite and parasite plant distribution patterns. Determination of the area to be sampled using a transect method of multi stage sampling to obtain a parasite frequency and parasite distribution pattern with the sample unit is a tree. The sampling intensity of old KU used is 10% sampling intensity, sampling intensity to KU was 5%, and for young KU by 1%. Frequency data obtained by the method of variance ratio.Data distribution pattern of parasites with the calculation of Chi - square and dispersion index. The results of the study on KU I parasite frequency as 52,8% trees were not parasite disturbed, and 47,2% rods parasite disrupted; at KU II 73% trees are not parasite disturbed, and 27% rods parasite disrupted; KU III on 25,3% trees are not parasite disturbed , and 74,7% stems disturbed parasite; KU IV in as many as 41% trees are not parasite disturbed , and 59% stems disrupted parasite; at KU V as much as 21,7% trees are not parasite disturbed , and 78,3% rods disrupted parasite; VI at KU as many as 39,7% trees are not parasite disturbed , and 60,3% stems parasites disrupted. The distribution pattern that occurs in the I sd KU KU VI is clumped distribution pattern.

Kata Kunci : Benalu, Frekuensi, Pola Sebaran, RPH Krandegan

  1. S1-2014-270184-_Abstract.pdf  
  2. S1-2014-270184-_Bibliography.pdf  
  3. S1-2014-270184-_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2014-270184-_Title.pdf