HASRAT HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL QUERELLE DE BREST KARYA JEAN GENET
FRANCISCA APRILIA, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.
2019 | Tesis | MAGISTER SASTRAIsu-isu yang terkait dengan LGBT selalu menghadirkan pro dan kontra dalam lingkungan masyarakat yang memandang keberadaannya tersebut. Kaum LGBT selalu dilekatkan pada stigma-stigma negatif seperti abnormal, pesakit, sampah masyarakat dan bahkan pendosa. Tidak jarang perjuangan-perjuangan LGBT pun telah dilakukan untuk mendapatkan kesetaraan, keadilan, dan juga identitas yang dapat diakui oleh masyarakat dengan baik. Dalam penulisan karya sastra, sebenarnya isu-isu tersebut sudah banyak diangkat jauh sebelum awal abad ke-20. Namun seiring dengan berjalannya waktu serta adanya perkembangan-perkembangan sosial dan budaya, isu-isu tersebut dibungkam dan dinyatakan sebagai hal yang tabu untuk dibahas dalam ranah publik. Jean Genet menulis sebuah novel yang berjudul Querelle de Brest pada tahun 1947, dua tahun pasca perang dunia ke-II. Dalam novelnya tersebut, terdapat isu-isu homoseksualitas yang diangkat menjadi topik utama. Hal tersebut berdampak pada pelarangan karya-karyanya untuk beredar di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini akan menjelaskan tentang permasalahan isu-isu homoseksualitas yang terkait dengan konstruksi hasrat, yang hadir pada saat di mana narasi tentang hal tersebut dianggap tabu dan tidak layak untuk diperbincangan. Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana sebenarnya LGBT diangkat dalam sebuah karya sastra pada era tersebut dan mendeskripsikan konteks pengarang atas kehadiran isu-isu homoseksualitas di dalam karyanya. Penelitian ini menggunakan konsep homosexual desire yang dipelopori oleh Guy Hocquenghem. Dengan menggunakan metode deskriptif analitik, maka akan didapat hasil penelitian bahwa kehadiran isu-isu homoseksualitas terkait dengan hasrat yang telah terkonstruksi oleh sosial dalam penulisan karya sastra adalah sebagai bentuk kritik atas dominasi sosial masyarakat yang sering kali menggiring opini-opini negatif terhadap kaum homoseksual sehingga kehadirannya tersebut akan selalu menimbulkan kontroversi di dalam lingkungan masyarakat.
The issues related to LGBT always create the pros and cons by society in seeing their existence. LGBT people are always attached to negative stigmas such as abnormalities, illnesses, community trash and even sinners. The struggles are always done to gain equality, justice, and identity that can be approved by the community well. In literary works, these issues have been actually raising much before the beginning of 20th century. However, along with time and social and cultural developments, these issues have been shutting down and declared as a taboo to be discussed in public. Jean Genet writes a novel entitled Querelle de Brest in 1947, two years after World War II. In the novel, there are issues of homosexuality which are raised as the main topic. It causes on the prohibition of his works in the midst of society. This study will explain about homosexuality issues related to the construction of desires emerging when the narrative is considered as taboo and is not worthy to be discussed. The purpose of this scientific writing is to find out how LGBT is raised in a literary work in that era and describe the context of the author for the presence of homosexuality issues in his work. This research uses the concept of homosexual desire pioneered by Guy Hocquenghem. Using descriptive analytical methods, the results of the study shows that the presence of homosexuality issues that have been socially constructed in writing literary works is a form of criticism of the social domination of society which often leads to negative opinions on homosexuals so that its presence will always cause controversy within the community.
Kata Kunci : hasrat, homoseksualitas, konstruksi, dominasi sosial, Querelle de Brest / desire, homosexuality, construction, social domination, Querelle de Brest