Kematian Akibat Kekerasan pada Remaja yang Diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito Tahun 2014-2017
DIANA MURSAMILIA, dr. Yudha Nurhantari, Sp.F, Ph.D ; Rusyad Adi Suriyanto, M.Hum
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: Belakangan ini, fenomena kekerasan oleh remaja mengakibatkan kematian lebih dari 3000 remaja setiap harinya. Faktor eksternal dan internal mendorong tingginya angka kekerasan pada remaja. Hal tersebut dapat berpengaruh pada meningkatnya angka kematian remaja secara nasional. Profil kematian pada remaja dapat diketahui dan dianalisis dari pemeriksaan forensik. Tujuan: Untuk dapat mengetahui profil kematian pada remaja akibat tindak kekerasan yang diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan menggunakan data yang diambil dari Visum et Repertum di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sardjito tahun 2014 � 2017 dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Profil angka kematian remaja akibat tindak kekerasan setiap tahunnya cenderung fluktuatif dan angka tertinggi sepanjang tahun 2014 � 2017 pada tahun 2014. Remaja laki-laki menjadi korban terbanyak dalam tindak kekerasan dibandingkan dengan remaja perempuan, dengan rentang usia korban 17-19 tahun. Lokasi terjadinya kekerasan terbanyak di jalan raya sebanyak 47,37% dan waktu kejadian didominasi pada malam hari 78,95%. Terhadap korban dilakukan pemeriksaan otopsi, penyebab kematian terbanyak akibat kekerasan tumpul (31,58%), lokasi luka terbanyak di kepala (42,11%). Pemeriksaan penunjang positif terhadap alkohol sebanyak 15,79%. Kata kunci : Remaja, Kekerasan, Kematian, Forensik.
Background: In recent years, the phenomenon of teenage violence has resulted in the deaths of more than 3000 adolescence every day. External and internal factors encourage high rates of violence in adolescents. This can affect national youth mortality rates. Death profiles in adolescents can be identified and analyzed from forensic examinations. Objective: Identify the profile of deaths due to adolescent violence that were examined at the Forensic Departement of RSUP dr. Sardjito. Method: This research is descriptive analitic using data taken from Visum et Repertum at the Forensic Depertement RSUP dr. Sardjito in 2014 - 2017 with a cross sectional approach. Result: The profile of adolescent mortality due to violence every year tends to fluctuate and the highest figure throughout 2014 - 2017 was in 2014. Teenage boys are the most victims of violence compared to teenage girls, with an age range of 17-19 years. The location of the highest incidence of violence was on the highway (47,37%) with the time of the event being dominated at night 78,95%. An autopsy was carried out on the victim, the most cause of death due to blunt violence (31,58%), location of the most injuries was in the head (42,11%). Positive investigation of alcohol was 15,79%. Keywords : Adolescent, Violence, Death, Forensic.
Kata Kunci : Remaja, Kekerasan, Kematian, Forensik