KONSEP KEHENDAK BEBAS MANUSIA DALAM FILSAFAT MUHAMMAD IQBAL
AKHMAD IQBAL, Dr. Sudaryanto; Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum.
2019 | Skripsi | S1 FILSAFATDiskursus kehendak bebas manusia merupakan hal yang sangat substansial dalam kehidupan kita. Kehendak bebas adalah dimensi khas yang dimiliki manusia, sebagai salah satu prinsip suatu tindakan. Dalam perkembangannya teori yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kehendak bebas mendapatkan banyak kritikan dari aliran-aliran determinisme. Determinisme adalah teori yang menyangkal adanya kebebasan manusia. Determinisme fisik atau naturalis menganggap ketika manusia hidup dalam alam, maka semua tindakan dan keputusannya telah terdeterminasi oleh hukum kausalitas yang berlaku dalam alam semesta. Determinisme sosial menganggap kehendak manusia ditentukan oleh faktor-faktor sosial, sehingga tindakan dan keputusannya ditentukan oleh lingkungan sosialnya. Determinisme teologis menyatakan Tuhan telah menciptakan segala tindak-tanduk manusia, sehingga kehendak manusia telah ditentukan oleh Tuhannya. Muhammad Iqbal, selaku filsuf muslim menolak segala bentuk pandangan determinisme. Penelitian ini mencoba untuk menggali lebih dalam konsep kehendak bebas manusia dalam filsafat Muhammad Iqbal dan menjawab persoalan seputar kehendak bebas manusia melaui kritik dari aliran determinisme. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model historis faktual mengenai tokoh. Pikiran dari suatu tokoh dari karya-karyanya baik keseluruhan atau sebagian sejauh memberikan visi mengenai manusia, alam, dan Tuhan. Metode yang digunakan adalah deskripsi, interpretasi, dan heuristika. Dalam penelitian ini mendeskripsikan pemikiran filsafat Muhammad Iqbal, kemudian meninterpretasi dan menacari pemahaman baru dalam pemikirannya yakni konsep kehendak bebas manusia. Pandangan Muhammad Iqbal tentang kehendak bebas manusia menaruh perhatian penuh terhadap konsep ego (khudi). Ego sebagai essensi manusia dan pengontrol tindakan manusia, hidup, berkehendak, mempersepsi, memutuskan, dan kreatif. Keberadaan ego manusia dalam dunia materi (cosmos) menentukan kehendaknya dengan tujuan ego yang dibuatnya sendiri, begitupun dengan relasi ego terhadap lingkungan sosial (ego-ego lain), ego manusia dengan daya individualistasnya menentukan kehendaknya melalui tujuan yang dibuatnya sendiri, dan relasi ego manusia dengan Tuhan (Ego Mutlak) adalah satu kesatuan dengan tidak menolak eksistensi ego manusia.
Discourse on human free will is a very substantial thing in our lives. Free will is a distinctive dimension possessed by humans, as one of the principles of action. In it's development the theory which states that humans have free will get a lot of criticism from schools of determinism. Determinism is a theory that denies human freedom. Physical determinism or naturalists assume that when humans live in nature, then all their actions and decisions have been determined by the laws of causality that apply in the universe. Social determinism considers human will to be determined by social factors, so its actions and decisions are determined by its social environment. Theological determinism states that God has created all human actions, so that human will has been determined by his God. Muhammad Iqbal, as a Muslim philosopher rejected all forms of determinism. This research tries to delve deeper into the concept of human free will in Muhammad Iqbal's philosophy and answer the question of human free will through criticism from the flow of determinism. The research model used in this study is a factual historical model of figures. The thoughts of a character from his works are either whole or in part insofar as they provide a vision of man, nature, and God. The method used is description, interpretation, and heuristics. In this study describing Muhammad Iqbal's philosophical thinking, then interpreting and looking for a new understanding in his thinking namely the concept of human free will. Muhammad Iqbal's views on human free will pay full attention to the concept of ego (khudi). Ego as the essence of man and controller of human actions, life, will, perceive, decide, and be creative. The existence of the human ego in the material world (cosmos) determines its will with its own ego goals, as well as the ego relation to the social environment (other egos), the human ego with its individualist power determines its will through its own goals, and human ego relations with God (Absolute Ego) is a unity by not rejecting the existence of the human ego.
Kata Kunci : Kehendak bebas ego manusia, dunia materi, Tuhan (Ego Mutlak)