Laporkan Masalah

Hubungan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Gergunung Kabupaten Klaten

A. ULIL FADLI HAKIM, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D. ; dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes.

2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

LATAR BELAKANG: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan Indonesia sejak 1968. Kabupaten Klaten merupakan salah satu daerah Endemis DBD di Indonesia. Sepanjang tahun 2015, terdapat 525 kasus DBD dengan kematian pada 26 kasus. Salah satu faktor penularan adalah perilaku masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penelitian perilaku masyarakat yang dapat menjadi faktor berkembangnya kejadian DBD. TUJUAN: Mengetahui hubungan antara perilaku masyarakat (perilaku menggunakan kelambu, mobilitas penduduk, kebiasaan menggantung pakaian, dan partisipasi masyarakat dalam PSN) dengan kejadian DBD di Desa Gergunung Kabupaten Klaten. METODE: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Lokasi penelitian berada di Desa Gergunung Kabupaten Klaten (7 derajat 41 menit 06.9 detik LU 110 derajat 36 menit 20.5 detik BT). Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah 102 rumah, terdiri dari 34 rumah yang terdapat kasus dan 68 rumah yang merupakan kontrol. Instrumen untuk pengambilan data menggunakan rekam medis pasien DBD dalam 2 tahun terakhir dan kuesioner. HASIL: Ada hubungan yang bermakna antara mobilitas penduduk (p = 0,012) dengan kejadian DBD di Desa Gergunung Kabupaten Klaten. Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku menggunakan kelambu (p = 0,257), kebiasaan menggantung pakaian (p = 0,233), dan partisipasi masyarakat dalam PSN (p = 0,298) dengan kejadian DBD di Desa Gergunung Kabupaten Klaten. KESIMPULAN: Pada penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara mobilitas penduduk dengan kejadian DBD, sedangkan untuk variabel lain tidak ada hubungan yang bermakna.

BACKGROUND: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has been an Indonesian health problem since 1968. Klaten Regency is one of the endemic areas of DHF in Indonesia. Throughout 2015, there were 525 DHF cases with deaths in 26 cases. One of the factors of transmission is community behavior. For this reason, it is necessary to conduct community behavior research which can be a factor in the development of DHF. OBJECTIVE: To find out the relationship between community behavior (behavior using mosquito nets, population mobility, habit of hanging clothes, and community participation in eradication of mosquito nests) with DHF event in Gergunung Village, Klaten Regency. METHOD: This study using a cross sectional design. The research location was in Gergunung Village, Klaten Regency (7 degrees 41 minutes 06.9 seconds S 110 degrees 36 minutes 20.5 seconds E). The sampling technique using simple random sampling with a total of 102 houses, consisting of 34 houses in which cases and 68 houses were controls. Instruments for retrieval of data using medical records of DHF patients in the last 2 years and questionnaires. RESULTS: There is a significant relationship between population mobility (p = 0,012) with DHF event in Gergunung Village, Klaten Regency. There is no significant relationship between the behavior of using mosquito nets (p = 0,257), the habit of hanging clothes (p = 0,233), and community participation in eradication of mosquito nests (p = 0,298) with DHF event in Gergunung Village, Klaten Regency. CONCLUSIONS: In this study, there is a significant relationship between population mobility with DHF, while for other variables there is no significant relationship.

Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Perilaku Masyarakat, Desa Gergunung

  1. S1-2019-383029-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383029-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383029-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383029-title.pdf