Reinkarnasi Identitas Biseksual dalam Novel The Passion Karya Jeanette Winterson
NUR HALIFAH, Dr. Wening Udasmoro, S.S., M. Hum., DEA.
2019 | Tesis | MAGISTER SASTRAPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi konstruksi identitas biseksual dalam arena sosial yang direfleksikan Jeanette Winterson dalam novelnya yang berjudul The Passion. Identitas biseksual hadir sebagai salah satu orientasi seksual dalam masyarakat dan dianggap sebagai upaya mendekonstruksi oposisi biner antara heteroseksual dan homoseksual. Identitas seksual dan gender yang selama ini membelenggu eksistensi setiap individu dalam ranah publik maupun pribadi pada akhirnya memunculkan heteroseksual sebagai kategori yang paling layak dalam arena sosial. Dengan keistimewaan yang dilekatkan pada orientasi ini, heteroseksual mendikte serta mengikat segala aspek yang berhubungan dengan seksual melalui penanaman moralitas. Kelayakan hubungan ini terbatas pada ketertarikan dua gender berlawanan dan di luar daripada itu akan dianggap sebagai suatu perilaku yang tidak bermoral. Perbedaan anatomi dalam pengkategorian ini jelas mengabaikan aspek lain yang terdapat dalam diri individu. Padahal, pada kenyataannya orientasi seksual tidak lain merupakan ketertarikan seksual yang diikuti oleh ledakan hasrat dalam diri setiap orang. Jeanette Winterson yang dikenal sebagai penulis lesbian merefleksikan pergeseran orientasi seksual dalam karyanya dan tidak lagi melihat fisik sebagai penentu. Dalam memahami permasalahan ini, penelitian menggunakan teori Surya Monro (2015) dengan konsep identitas biseksual. Menurut pandangannya, identitas biseksual hadir sebagai upaya mengambil arah berlawanan dengan Western-Centralism. Penentuan hubungan tidak lagi melihat identitas gender sebagai tolok ukur ketertarikan seksual, melainkan lebih mengutamakan kepada rasa cinta atau kesenangan. Keberadaan hubungan biseksual dianggap menjadi pemecahan masalah dari peniadaannya aspek psikis dalam menjalin hubungan. Menurut Monro, biseksual merupakan ketertarikan seksual yang menggabungkan antara faktor esensial diri dan kontruksi masyarakat. Meskipun beberapa orang berpendapat bahwa biseksual sebagai sifat bawaan, interaksi sosial digunakan untuk memahami pembentukan identitas biseksual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa identitas biseksual terkonstruk melalui hubungan-hubungan yang dijalin dalam praktik sosial. Interaksi menjadi penentu identitas biseksual eksis dalam masyarakat heteroseksual, dan keluarga hadir sebagai hubungan yang memberikan pengaruh signifikan dalam konstruksi identitas biseksual. Melalui interaksi sosial, biseksual dilihat sebagai salah satu fase dalam kehidupan individu. Seperti proses reinkarmnasi, identitas biseksual dalam arena sosial dapat berubah sesuai dengan aspek sosial di mana interaksi berlangsung. Melalui novel The Passion, keadaan dan aspek material sosial masyarakat merupakan pemicu dalam reinkarnasi identitas biseksual.
This research is purposed to identify the construction of bisexual identity in the social arena which is described in the novel of Winterson entitled The Passion. Bisexual identity exists as one of sexual orientations in society and it is considered as an attempt to deconstruct binary opposition between heterosexuals and homosexuals. Sexual and gender identity which has been holding the existence of each individual not only in the public but also in private sphere, finally heterosexuality presents as the most appropriate category in the social arena. With the privileges attached to this orientation, heterosexuals dictate and bind all aspects related to sexuality with the doctrine of morality. The feasibility of this relationship is limited to the attraction of two opposing gender and others will be considered as an immoral behavior. The anatomical differences in this categorization clearly ignore other aspects found in the individual. In fact, in reality sexual orientation is as same as sexual attraction followed by an explosion of desire in everyone. Jeanette Winterson, who is known as a lesbian writer, reflects a shift in sexual orientation in her work and no longer observes physicality as a determinant. To understand this problem, research uses the theory of Surya Monro (2015) with the concept of bisexual identity. In her view, bisexual identity exists as an effort to take the opposite direction to Western-Centralism. Determination of relationships do not see gender identity as a measure of sexual attraction, but rather prioritizes love or pleasure. The existence of bisexual relationships is considered to be a problem solving from the elimination of psychological aspects in establishing relationships. According to Monro, bisexuality is sexual attraction which combines essential self factors and community construction. Although some people argue that bisexuality is innate, social interaction is used to understand the formation of bisexual identities. The results of this study indicate that bisexual identity is constructed through relationships that are woven into social practice. Interaction is a determinant of how bisexual identity exists in heterosexual societies, while the most influential relationship to bisexual identity is family. By looking at interactions performed, bisexuality is seen as one phase in the lives of individuals. Like the reincarnation process, bisexual identity in the social arena can change at any time based on the social aspects in which the interaction takes place. Through the novel The Passion, the existence of social situation and material aspect are the trigger in reincarnation of bisexual identity.
Kata Kunci : Identitas, Interaksi Sosial, Hasrat, Biseksual, Reinkarnasi, Western-Centralism