The Supply Chain Management in PT Pertamina (Persero): A Case Study of 'Satu Harga' Fuel Policy in Papua
HANINDYO AZIZ BASKORO, Nofie Iman Vidya Kemal, S.E.,M.Sc.,Ph.D.,
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMENPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis Supply Chain Management (manajemen rantai pasokan) di PT Pertamina (Persero). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau faktor di dalam SCM PT Pertamina (Persero) yang mengalami kerugian dalam upaya mendukung kebijakan Satu Harga di Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari perusahaan dan artikel dari website, fish bone diagram dan Supply Chain Operation Reference Model framework (SCOR Model) digunakan sebagai alat data analisis untuk menganalisis data. Ketiga alat tersebut digunakan untuk menganalisis faktor yang membuat PT Pertamina (Persero) mengalami kerugian dalam mendukung kebijakan Satu Harga di Papua. Faktor yang mengalami kerugian dalam upaya mendukung kebijakan Satu Harga di Papua dibagi menjadi 8 kategori dan 10 faktor, yaitu 4 kategori eksternal dan 4 kategori internal. Kategori eksternal adalah kategori yang tak terduga yang biasanya terjadi sewaktu-waktu selama proses distribusi, yang terbagi dalam 4 kategori dan 5 faktor, faktor ini adalah cuaca buruk, kondisi geografis, perang antar suku, konektifitas jalan raya dan kondisi bandara. Sementara itu kategori internal adalah kategori yang terjadi di perusahaan, yang terbagi dalam 4 kategori dan 5 faktor, faktor ini adalah lisensi pilot pesawat pengangkut bahan bakar, moda transportasi distribusi, harga sewa pesawat angkut, gaji pilot pesawat angkut, dan tempat penyimpanan yang terbatas.
This research was conducted to analyze Supply Chain Management in PT Pertamina (Persero). The purpose of this research is to observe the factors within the SCM of PT Pertamina (Persero) which incur losses in an effort to support the Satu Harga fuel policy in Papua. This research uses qualitative method, primary and secondary data obtained from company and article from website, fish bone diagram and Supply Chain Operation Reference Model framework (SCOR Model) is used as data analysis tool to analyze data. Three tools are used to analyze the factors that make PT Pertamina (Persero) suffered losses in support of Satu Harga fuel policy in Papua. Factors that suffered losses in an effort to support the Satu Harga policy in Papua were divided into 8 categories and 10 factors, namely 4 external categories and 4 internal categories. The external category is an unexpected category that usually occurs at any time during the distribution process, which is divided into 4 categories and 5 factors, these factors are bad weather, geographical conditions, inter-ethnic warfare, road connectivity and airport conditions. Meanwhile, the internal category is the category that occurs in the company, which is divided into 4 categories and 5 factors, this factor is the license of the pilot of the air tractor, the mode of transportation of the distribution, the price of the aircraft rental, the salary of the pilot, and the limited capacity of storage.
Kata Kunci : Supply Chain Management, PT Pertamina (Persero), Satu Harga fuel policy, Fishbone diagram, SCOR Model Framework