KESEHATAN TEGAKAN SENGON PADA SISTEM AGROFORESTRI DI DESA SUKOMOYO, KABUPATEN KULON PROGO
UTAMI, S. M. Widyastuti, Priyono Suryanto
2013 | Skripsi | S1 KEHUTANANAgroforestri merupakan salah satu bentuk pengelolaan lahan yang mengkombinasikan pohon dan tanaman pertanian untuk menciptakan lahan yang produktif, menguntungkan, sehat serta berkelanjutan. Sengon (Falcataria moluccana) adalah salah satu spesies yang banyak dipilih oleh petani sebagai salah satu komponen agroforestri, khususnya pada bentuk tegalan. Sampai saat ini informasi mengenai status kesehatan tegakan sengon pada bentuk agroforestri masih terbatas. Atas dasar pertimbangan inilah perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan tegakan sengon dalam berbagai macam bentuk agroforestri. Lokasi yang dipilih adalah Desa Sukomoyo, Kecamatan Girimulyo, Kapubaten Kulon Progo, DIY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kerusakan sengon pada sistem agroforestri, dan (2) karakteristik kesehatan tegakan sengon pada sistem agroforestri. Pada penelitian ini dilakukan dua pendekatan, yaitu (1) identifikasi kerusakan sengon pada tegalan dengan metode Forest Health Monitoring (FHM), serta (2) visualisasi ruang vertikal dan ruang horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan sengon pada sistem agroforestri di Desa Sukomoyo dari yang paling berat adalah sengon murni (IS=27,38%), sengon-kaliandra (IS=23,43%), sengon-coklat (IS=20,4%), dan sengoncengkeh (IS=20,27%). Karakteristik kesehatan tegakan sengon yang ditemukan adalah level kesehatan tinggi (IS<25%) dan level kesehatan sedang (IS 25%-50%). Penyebab kerusakan yang ditemukan adalah karat puru dan penggerek batang.
Agroforestry is an integrated approach using the combination of trees and shrubs with crops to gain interactive beneficial effects. This system combines agricultural and forestry knowledge to create more productive, diverse, profitable, healthy, and sustainable land-use systems. Sengon (Falcataria moluccana) is a common tree species used in agroforestry especially in the form of dry field. Unfortunately, information on the health status of sengon stands in form agroforestry is limited. This research was performed at Sukomoyo Village, Sukomoyo, Kulon Progo District, Yogyakarta Special Area. This study was aimed to determine: (1) the extent of damage to sengon stands, and (2) the characteristics of the health sengon stands in various agroforestry patterns. Two approaches were performed to achieve these objectives, i.e.: (1) identification of sengon damage using Forest Health Monitoring (FHM) method, and (2) visualization of vertical space and horizontal space. The results showed that the level severity of the sengon stands from the most to the least severe were pure sengon plantation (27,38%), sengon-kaliandra (23,43%), sengon-cacao (20,4%), and sengon-clove (20,27%). The health characteristics of the sengon stands found was a high health level (IS <25%) and a moderate level of health (IS 25% -50%). The causal agent associated with the damage to sengon trees were gall rust and stem borer.
Kata Kunci : Agroforestri, kesehatan tegakan, sengon