Laporkan Masalah

KUALITAS BEBERAPA JENIS MADU HASIL BUDIDAYA DI KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS

ARIF WAHYU WIBOWO, Rini Pujiarti, S.Hut., M.Agr., Ph.D.

2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Madu telah lama dimanfaatkan di Indonesia, akan tetapi tidak sedikit konsumen yang masih ragu akan kualitas madu yang ada di pasaran. Hal ini dikarenakan masyarakat awam yang masih sulit membedakan antara madu asli dengan madu palsu sehingga perlu dilakukan penelitian tentang kualitas madu hasil budidaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madu yang ada di pasaran terutama di Kabupaten Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga jenis madu hasil budidaya lebah madu Apis mellifera di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berdasarkan beberapa parameter persyaratan mutu madu pada SNI 3545 tahun 2013. Penelitian ini menggunakan Completely Randomized Design (CRD) atau Rancangan Acak Lengkap menggunalan faktor tunggal yaitu jenis madu dengan tiga sampel yaitu madu kaliandra, madu rambutan, dan madu randu dengan tiga kali ulangan. Ketiga sampel diuji berdasarkan 7 parameter pengujian mutu madu yaitu uji organoleptik berupa bau, rasa, dan warna serta uji laboratoris yang terdiri dari aktivitas enzim diastase, hidroksimetilfurfural (HMF), gula pereduksi, sukrosa, kadar air, dan keasaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel madu kaliandra memenuhi 5 dari 7 persyaratan mutu yaitu pengujian HMF, keasaman, gula reduksi, sukrosa, dan juga uji organoleptik. Sampel madu rambutan memenuhi 6 dari 7 persyaratan mutu yaitu HMF, keasaman, kadar air, gula pereduksi, sukrosa, dan juga uji organoleptik. Sampel madu randu memennuhi 5 dari 7 persyaratan mutu yaitu HMF, keasaman, gula pereduksi, sukrosa, dan juga uji organoleptik. Ketiga sampel madu tidak memenuhi persyaratan mutu pada pengujian aktivitas enzim diastase, hal ini dikarenakan kondisi dan juga lama penyimpanan madu sebelum pengujian. Sampel madu rambutan merupakan sampel yang paling banyak memenuhi persyaratan mutu berdasarkan SNI:3545 tahun 2013 sehingga dapat dikatakan sampel yang paling baik dari ketiga sampel yang digunakan.

Honey has been long used in Indonesia, many consumers still doubt the quality of honey on the market. This is because people are still difficult to distinguish between real honey and fake honey, it is necessary to do research on the quality of honey from cultivation to increase the public's trust in honey on the market, especially in Kudus Regency . This study aims to determine the three types of honey produced by Apis mellifera honeybees in Kudus Regency, Central Java based on several parameters of honey quality requirements on SNI 3545 in 2013. This study uses Completely Randomized Design (CRD) using a single factor with three types of honey: kaliandra honey, rambutan honey, and randu honey. with three replications. The three types of honey are tested based on 7 criteria for quality requirements of honey consisting of tests organoleptic such as odor, taste and colour and laboratory tests in such as the activity of the enzyme diastase, hydroxymethylfurfural (HMF), reducing sugar, sucrose, water content, and acidity. The results showed that Kaliandra honey fulfilled 5 quality requirements: HMF testing, acidity, reducing sugars, sucrose, and also organoleptic tests. The rambutan honey sample fulfills 6 quality requirements: HMF, acidity, water content, reducing sugar, sucrose, and organoleptic tests. The randu honey filled 5 quality requirements: HMF, acidity, reducing sugar, sucrose, and also organoleptic tests. The three honey samples did not meet the quality requirements for diastase enzyme activity testing, this was due to conditions and storage time of honey before testing. Honey that meet most criteria for the quality requirements based on SNI: 3545 in 2013 is rambutan honey.

Kata Kunci : kualitas madu, madu budidaya, madu kaliandra, madu rambutan, madu randu,

  1. D3-2019-386817-abstract.pdf  
  2. D3-2019-386817-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-386817-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-386817-title.pdf