Efektivitas Pelaksanaan Program Jam Belajar Masyarakat (JBM) Studi Pelaksanaan JBM di Kampung Iromejan RT 034/009, Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta)
NUROKHAYATI, Dr. Subando Agus Margono, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKSkripsi ini berjudul Efektivitas Pelaksanaan JBM di kampung Iromejan RT 034 RW 009, Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya SK Gubernur dan Perwal No 53 tahun 2014 tentang JBM di DIY. Kedua peraturan tersebut memiliki tujuan untuk menumbuh kembangkan budaya belajar dengan menciptakan suatu kondisi lingkungan yang ideal yang dapat medorong proses belajar mengajar anak/warga, sehingga dapat berlangsung dalam suasana aman, nyaman, tertib, dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana efektivitas pelaksanaan program JBM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data primer diambil melalui wawancara dan observasi lapangan. Adapun sumber informan dari penelitian ini adalah para siswa yang masih dalam usia sekolah, warga masyarakat khususnya orangtua, Ketua RT, dan Ketua RW. Data sekunder diperoleh melalui peraturan perundangan-undangan, media massa online, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan JBM di Kampung Iromejan dinilai kurang efektif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan menunjukkan bahwa 1) Pencapaian tujuan tidak dapat tercapai dengan baik. Tujuan yang tercantum dalam program tidak mampu dilaksanakan oleh warga masyarakat khususnya orang tua sebagai sasaran program. 2) Antar tokoh masyarakat, warga, dan pihak lain tidak mampu berintegrasi dengan baik. 3) Dilihat dari penyesuaian organisasi dengan lingkungan terlihat cukup baik, akan tetapi hal ini tidak memaksimalkan pelaksanaan jam belajar masyarakat. Adapun yang menyebabkan kurang efektifnya pelaksanaan program JBM adalah kurangnya sosialisasi dan penyuluhan program bagi anak-anak dan warga masyarakat. Selain itu keterbatasan ekonomi juga merupakan salah satu penghambat pelaksanaan program tersebut.
This thesis is entitled Effectiveness of Community Learning Hours in the village of Iromejan RT 034 RW 009, Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta. This research was motivated by the existence of Governor's Decree and Perwal No. 53 of 2014 concerning Community Learning Hours in DIY. Both regulations have a purpose to develop a learning culture by creating an ideal environmental condition that can encourage the learning process of children / citizens, so that it can take place in a safe, comfortable, orderly and fun atmosphere. The purpose of this study is to find out how effective the JBM program is. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Primary data sources are taken through interviews and field observations. The sources of informants from this study were students who were still in school age, community members, especially parents, RT heads, and RW leaders. Secondary data is obtained through legislation, online mass media, and literature studies. Based on the results of research in the field, it was found that the implementation of JBM in Iromejan Village was considered ineffective. Based on the results of interviews and field observations, it was shown 1) Achieving goals cannot be achieved properly. The objectives stated in the program cannot be implemented by community members, especially parents, as the program's target. 2) Between community leaders, citizens and other parties unable to integrate properly. 3) Judging from the adjustment of the organization with the environment it looks quite good, but this does not maximize the implementation of community learning hours. The causes of the ineffective implementation of the JBM program are the lack of socialization and counseling programs for children and community members. In addition, economic limitations are also one of the obstacles to the implementation of the program.
Kata Kunci : Program, Efektivitas, Jam Belajar Masyarakat