Laporkan Masalah

Efektivitas Pelatihan Kerja Narapidana di Unit Kegiatan Lembaga Pemasyarakatan Kela I A Cipinang, Jakarta

SHARON KEZIA IRENE HANDAWARIH, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.Si

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan; pada bagian ketentuan umum Pasal 1 ayat (3) dijelaskan bahwa pemasyarakatan adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Meskipun sudah diatur dalam undang-undang, tetapi bukan merupakan suatu hal yang wajib diikuti oleh narapidana serta belum diketahui keefektifan kegiatan pembinaan bagi narapidana melalui pelatihan kerja di Lembaga Pemasyarakatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelatihan kerja narapidana yang diselenggarakan melalui program bimbingan kerja di Unit Kegiatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Cipinang, Jakarta. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi peningkatan kualitas dalam penyusunan program pelatihan kerja yang kompatibel dengan situasi dan kondisi narapidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dan menggunakan pengumpulan data sekunder. Serta studi literatur dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel. Peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi sumber data, yakni dengan membandingkan jawaban penelitian penyelenggara program yang terdiri dari pimpinan, pelaksana serta pengawas program. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Cipinang tidak efektif. Dari evaluasi model CIPP yang dilakukan dalam penelitian ini, penyebab di balik tidak efektifnya program, baik pada evaluasi konteks, input, proses maupun produknya berkaitan. Pada evaluasi konteks, program dikatakan tidak efektif karena bukan merupakan program yang wajib diikuti. Warga binaan tidak merasa bahwa latar belakang dan tujuan utamanya mengikuti program ini adalah pengembangan diri dan kapasitas. Berkaitan dengan evaluasi konteks, akibatnya hal ini juga berpengaruh pada evaluasi input yang tidak memperhatikan materi apa yang akan disampaikan dan siapa yang akan menyampaikan materi tersebut. Selanjutnya pada evaluasi proses tidak ada materi tertulis dan instruktur yang mengajari mereka, membimbing, memonitoring serta mengevaluasi. Sedangkan pada evaluasi produk tidak ada indikator ketercapaian program yang tertulis untuk mengetahui apakah produk baik berupa hasil kerja maupun warga binaan yang telah mengikuti program ini telah berhasil mencapai seluruh indikator tersebut.

Based on the Constitution Number 12 of 1995 pertaining to correctional; general provisions Article 1 (clause 3) correctional is a place to carry out the social development for convicted criminals and correctional protege. Even though it is arranged in the constitution, but not a mandatory thing that inmates must follow and the effectivity of the social development through the work training for the prison in the Correctional Institution remains questionable. The purpose of this study is to determine the effectivity of the work training for prison that organized through a working guidance program at the unit of Cipinang Class I A Correctional Institution, Jakarta. This study was expected to be a policy recommendation for quality improvement in the preparation of work training program, which is compatible with the situation and the condition of the convict. This study utilized a qualitative research method, with depth interview as a primary data collection technique and literature study on scientific journals, books, and articles as a secondary data collection. The researcher used data validity crosschecking technique through data source triangulation, which is comparing the answers of program organizer consisting of leaders, implementers and program supervisors. The research results showed that work training in Cipinang Correctional Institution Class I A is not effective. From the evaluation model of CIPP conducted in this study, the causes behind the ineffectiveness of the program, both in evaluating the context, input, process and product are related. In context evaluation, the program can be ineffective because it is not a program that must be followed by the inmates. The inmates do not feel that their main motivation and purpose in participating in this program is self-development and capacity. Regarding the evaluation of the context, this also influences the evaluation of inputs that do not notice to the material will be delivered and who will deliver the material. Furthermore, in the evaluation process there is no written material and instructors who teach them, guide, monitoring and evaluate. Whereas in product evaluation there is no indicator of written program achievement to find out whether the product both the work training result and the assisted people who have participated in this program has succeeded in achieving all of these indicators.

Kata Kunci : Efektivitas, Pelatihan Kerja, CIPP

  1. S1-2018-364743-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364743-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364743-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364743-title.pdf