Laporkan Masalah

Wacana Seksualitas di Media Online Anak Muda (Analisis Wacana Kritis pada Konten Artikel Hipwee)

FERA NUR AINI, Prof. Dr. Partini, SU; Dr. Agr. Sri Peni Wastutiningsih

2019 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Pendidikan seks untuk anak muda sudah diwacanakan sejak lama di Indonesia dan masih memicu pro dan kontra hingga saat ini. Wacana medis dan normatif masih diunggulkan dalam materi pendidikan seks. Sementara itu, permasalahan seksualitas anak muda semakin kompleks dan anak muda juga terus bertumbuh dan berkembang di era digital dengan informasi seksualitas yang lebih terbuka dan tidak terbatas. Salah satu sumber informasi seksualitas yang banyak diserap berasal dari media online anak muda. Pertalian isu pendidikan seks untuk anak muda dan informasi seksualitas di media online anak muda menjadi menarik, penting, dan relevan untuk dikaji, terutama di tengah periode bonus demografi yang menuntut anak muda harus berkualitas, termasuk seksualitasnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana seksualitas diwacanakan dalam konten artikel media online anak muda. Wacana dapat menunjukkan realitas sosial seksualitas anak muda yang bisa menjadi dasar bagi perencanaan pendidikan seks yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pisau Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Media online anak muda yang dipilih untuk diteliti adalah Hipwee karena faktor keunikan dan kepopulerannya. Konten artikel yang dianalisis berjumlah 41 artikel yang diterbitkan pada tahun 2014-2018. Hasil analisis artikel kemudian ditriangulasikan dengan hasil wawancara mendalam dan pengalaman keterlibatan peneliti dalam proses produksi. Hipwee memiliki beragam bentuk konten seksualitas yang disajikan dengan cara khas anak muda, ringan tanpa kehilangan substansinya. Konten tersebut diproduksi oleh penulis in-house dan kontributor yang berasal dari komunitas pembaca Hipwee yang bernama Hipwee Community. Secara umum ada tiga wacana besar yang dipaparkan Hipwee dalam artikel-artikelnya yaitu seks bebas, orientasi seksual menyimpang, dan kekerasan seksual. Hipwee mewadahi berbagai sudut pandang baik progresif, konservatif, maupun di antara keduanya. Pandangan progresif mengarah pada liberalisme seksual, sementara pandangan konservatif masih menjunjung tinggi norma dan merepresi seksualitas. Hipwee memilih mewadahi semua sudut pandang agar bisa mewakili suara semua anak muda dan menjadi ruang diskusi bagi mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana seksualitas yang ada dalam artikel Hipwee lebih dominan menggunakan sudut pandang yang samar antara progresif dan konservatif. Sudut pandang samar ini digunakan sebagai bentuk kehati-hatian Hipwee dalam mewacanakan seksualitas di tengah masyarakat yang masih menganggapnya tabu. Meskipun masih cenderung normatif, informasi seksualitas yang diberikan Hipwee lebih progresif dibandingkan pendidikan seks konvensional. Untuk itu Hipwee memiliki peranan yang penting dalam mengedukasi seksualitas anak muda dan berpotensi mendukung upaya pendidikan seks yang lebih komprehensif bagi anak muda.

Youth sex education has been discussed for a long time in Indonesia and still provokes pros and cons. Medical and normative discourses are still featured in the sex education material. Meanwhile, the issue of youth sexuality is increasingly complex and young people also continue to grow and develop in the digital era with more open and unlimited sexuality information. One source of sexuality information that is widely absorbed comes from youth online media. Linking the issue of youth sex education and sexuality information in youth online media is interesting, important and relevant to be researched, especially in the midst of a demographic bonus period that requires young people to be qualified, including their sexuality. This study aims to identify and analyze how sexuality is discussed in youth online media's article content. Discourses can show the social reality of youth sexuality which can be the basis for more comprehensive planning of sex education. This study used a qualitative method with Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis. The youth online media that is chosen for this research is Hipwee because of its uniqueness and popularity. The article content analyzed was 49 articles published in 2014-2018. The results of the article analysis are then triangulated with the results of in-depth interviews and experience of the involvement of researcher in the production process. Hipwee has various forms of sexuality content that are presented in a youth typical way without losing its substance. The content is produced by in-house writers and contributors from the Hipwee reader community called Hipwee Community. In general, there are three major discourses which Hipwee are presented in its articles, namely free sex, deviant sexual orientation, and sexual violence. Hipwee accommodates a variety of perspectives, both progressive, conservative, and between the two. Progressive views lead to sexual liberalism, while conservative views still uphold the norm and repress sexuality. Hipwee chooses to accommodate all perspectives so that they can represent the voices of all young people and become a discussion space for them. The results of this study indicate that the sexuality discourse in Hipwee's article is more dominant using a vague viewpoint between progressive and conservative. This vague perspective is used as a form of caution Hipwee chose for discussing sexuality in a society that still considers it as taboo. Although it still tends to be normative, sexuality information provided by Hipwee is more progressive than conventional sex education. For this reason, Hipwee has an important role in educating youth sexuality and has the potential to support more comprehensive sex education efforts for young people.

Kata Kunci : discourse, online youth media, sexuality

  1. S2-2019-392446-abstract.pdf  
  2. S2-2019-392446-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-392446-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-392446-title.pdf