PENGGUNAAN TEKNOLOGI GAWAI PADA ANAK USIA PENDIDIKAN DASAR DITINJAU DARI FILSAFAT TEKNOLOGI DON IHDE
WEMONA NABILLA, Drs. Imam Wahyudi , M.Hum.
2019 | Skripsi | S1 FILSAFATPenelitian ini membahas penggunaan teknologi gawai pada anak usia pendidikan dasar yang ditinjau dari filsafat teknologi Don Ihde. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi gawai yang begitu pesat dan ketidakmampuan manusia untuk menyesuaikan diri sehingga dengan berbagai fasilitas dan fitur yang disediakan untuk mengembangkan potensi diri, karena tidak mampu menyesuaikan manusia menjadi objek teknologi. Penelitian ini mengupas hilangnya nilai-nilai budaya yang ada dikarenakan perkembangan teknologi gawai. Tujuan penelitian ini memfokuskan pada deskripsi penggunaan gawai ditinjau dari filsafat teknologi Don Ihde dan makna penggunaan gawai pada anak usia sekolah. Objek material pada penelitian ini adalah penggunaan teknologi gawai pada anak usia sekolah dasar hingga menegah atas, sementara objek formalnya adalah filsafat teknologi Don Ihde. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang mengikuti beberapa tahapan : (1) inventarisasi (2) klarifikasi dan sistematisasi (3) penyusunan hasil penelitian. Adapun penyusunan hasilnya diolah dengan menggunakan beberapa metodis yaitu : (1) deskripsi ; (2) interpretasi ; (3) analisis Hasil penelitian ini ada dua butir. Pertama, teknologi dalam pemikiran Don Ihde merupakan suatu alat yang dapat memperpanjang tubuh manusia, dikarenakan alat merupakan mediasi bagi manusia untuk mengalami dunia sekitar. Ada empat tesis Don Ihde dalam hubungan manusia dan teknologi : Hubungan Kebertubuhan alat sebagai perpanjang tubuh manusia; Hubungan Hermeneutis alat harus terlihat dan disadari ; Hubungan Keberlainan teknologi dilihat secara negatif ; Hubungan Latar Belakang teknologi menjadi pengalaman bagi manusia namun tidak diperhatikan keberadaannya. Kedua, perkembangan teknologi gawai yang pesat telah mengubah pengalaman manusia terutama anak usia sekolah akan dunia yang dialami. Perkembangan gawai dengan sosialisasi yang sesuai maka akan dapat membantu anak mengembangkan diri, tetapi ketidakmampuan manusia untuk menyesuaikan diri dalam penggunaan gawai, dengan memiliki tujuan dan keinginan yang tersembunyi maka akan menjadikan manusia sebagai objek teknologi dan terancamnya nilai budaya lokal
This research is about the use of gadgets in school-age childrens viewed from Don Ihde technological philosophy. This research background is the rapidly development of gadget technology and human inability to adjust as of the result with various facilities and features to develop self potential, because humans are unable to adapt to become objects of technology. This research analyze the disappearance of cultural values in reality nowadays. This research focuses on the description of the use of gadget on primary school aged childrens to senior high school childrens viewed from Don Ihde technological philosophy. The material object of this research is the use of gadget on primary school aged children to senior high school children, on the other hand the formal object is Don Ihde technological philosophy. This research is a literature study that follows several stages : (1) inventory (2) clarification and systematization (3) compilation and results, and the processed by using some philosophical method are : (1) description (2) interpretation (3) analysis. The results of this research are two points. First, technology in Don Ihde philosophy is the device that is used as an extension of the human body, because technology is the device for human to experiencing the world. There are four thesis on Don Ihde about the technological and human relations : Embodiment Relations is about the device that is used as an extension of the human body ; Hermeneutic Relation is about the device has to be seen and realized ; Alterity Relation is about technology is seen negatively ; Background Relation technology has become a human background experience but has not taken into account as its background. Second, the development of technology has greatly changed the human experience, especially school aged children about the world that they experienced. The development of gadget as a technology with a proper socialization, school-age children will be able to develop themselves, but if the gadget used with hidden goals, and certain intentions, the gadget will make human as an object of technology and threaten the value of local culture
Kata Kunci : Gawai, Anak Usia Pendidikan Dasar, Kebertubuhan / Gadget, School-age children, Embodiment