Laporkan Masalah

Maintaining Relationship: An Insight from Women Corruption in Yogyakarta

FAKHIRAH INAYATURROB, Fathul Himam, M.Psi., MA., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih beretika daripada laki-laki. Hal ini menimbulkan asumsi bahwa semakin besar keikutsertaan perempuan dalam pemerintahan akan menurunkan angka korupsi. Namun, penelitian-penelitian lain yang berkembang menunjukkan hal sebaliknya. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi bentuk dan dinamika korupsi pada koruptor perempuan. Wawancara mendalam dilakukan kepada empat koruptor perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) II A Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui alasan para koruptor perempuan melakukan tindakan korupsi. Selanjutnya, data ditelaah dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjalin relasi adalah dilema etis yang dihadapi oleh para koruptor perempuan dan faktor eksternal berperan penting dalam memfasilitasi perempuan melakukan tindakan korupsi. Penemuan menarik lainnya adalah ekspektasi peran gender dalam masyarakat Jawa berperan dalam menguatkan tindakan korupsi pada koruptor perempuan.

Various studies have found that women are more ethical than men. It draws the assumption that the greater representation of women in government will promote the lower level of corruption. However, there are growing opposite researches show women are not that ethical. Thus, this study tried to explore a particular form of corruption in women corruptors and dynamic of corruption in Javanese women. In-depth interviews were conducted with four imprisoned women corruptors at Yogyakarta National Prison. Using a phenomenological approach, the researcher explores their underlying reasons for doing the corruptions. Further, the interview data were analyzed using content analysis. The finding showed that maintaining the relationship is the core dilemma experienced by women offender and the external factors play a more dominant role in facilitating women pathways toward corruption. Another interesting finding appears in the study is the fact that the Javanese expected gender role in certain ways also encouraging corruption in women offender.

Kata Kunci : Keyword: Javanese women, corruption, Javanese culture

  1. S1-2019-366143-abstract.pdf  
  2. S1-2019-366143-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-366143-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-366143-title.pdf