Tingkat Kesamaan Hibrid Akasia (Acacia mangium Willd (Pedley) × auriculiformis A. Cunn) dengan Kedua Induknya Berdasarkan Karakter Anatomis Ranting Batang
FAIZUL MUJTAHID, Dr. Suharyanto, S.U., M. Sc.
2019 | Skripsi | S1 BIOLOGIPersilangan interspesifik antara Acacia mangium Willd (Pedley) dan Acacia auriculiformis A. Cunn akan menghasilkan Hibrid akasia. A. mangium dipilih sebagai induk betina karena memiliki batang utama yang bulat dan lurus, serta tidak memiliki percabangan yang banyak. Sementara itu, A. auriculiformis dipilih sebagai induk jantan karena cenderung tahan penyakit dan dapat hidup di lahan marginal. Hibrid akasia diharapkan memiliki kombinasi sifat unggul dari kedua induknya. Hibrid akasia dikategorikan menjadi superior, intermediet, dan inferior berdasarkan pertumbuhannya. Seperti halnya induknya, Hibrid akasia dikembangkan di Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk mendukung ketersediaan bahan baku pulp dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbandingan karakter anatomis batang Hibrid akasia dengan induknya, serta (2) mengetahui hubungan kekerabatannya. Batang Hibrid akasia, A. mangium dan A. auriculiformis dibuat preparat anatomis awetan non-embedding. Pengamatan anatomi dilakukan dengan mikroskop cahaya dan optilab, lalu diukur dengan image-raster. Analisis data pengukuran dilakukan dengan SPSS dan MVSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hibrid akasia superior menunjukkan parameter pertumbuhan fisiologis yang lebih baik dibandingkan intermediet maupun inferior. Karakter anatomis batang Hibrid akasia tidak jauh berbeda dengan kedua induknya, namun relatif bervariasi ukurannya. Hibrid akasia superior klon 25 mempunyai kekerabatan paling dekat dengan A. mangium dengan tingkat kesamaan 90,82%. Oleh sebab itu, Hibrid akasia superior klon 25 direkomendasikan sebagai bahan baku industri pulp dan kertas. Perbanyakan hanya dapat dilakukan secara vegetatif supaya tidak merubah karakternya, misalnya dengan stek pucuk dan kultur jaringan
Acacia hybrid is produced from crosses between Acacia mangium Willd (Pedley) and Acacia auriculiformis A. Cunn. A. mangium was choosen as a female tree dua to its straight main stema and less branching. Meanwhile, A. auriculiformis was choosen as a male parent because it can lives on marginal land and tend to resist disease. Acacia hybrid is expected to have a combination of superior characters inherited from bot of parent trees. Acacia hybrid is categorized into a superior, intermediate, and inferior based on its growth. Acacia hybrid as its parents, developed and grown in timber forest plantation to provide raw material for pulp and paper industries. The aim of this study are to (1) determine the anatomical characters of stem Acacia hybrid to its parents, and (2) to observe the fenetic relationship. Specimen anatomical section preparation had done by non-embedding method. Anatomical observation were done by microscope and optilab, then measured with image-raster. These data were analyzed by SPSS and MVSP. These result showed that Acacia hybrid superior has a better physiological growth than the intermediate and inferior. Anatomical characters of stem Acacia hybrid is not significantly different to its parents, but has variation on size. Acacia hybrid superior of clone 25 is the closest to A. mangium with similarity level of 90,82%. Acacia hybrid of clone 25 is recommended to be used as a raw material for pulp and paper industry. The reproduction could be done vegetatively to maintain the characters, such as by tip cuttings and tissue culture.
Kata Kunci : Hibrid akasia, Acacia mangium, Acacia auriculiformis, benih hutan tanaman industri/ Acacia hybrid, Acacia mangium, Acacia auriculiformis, seed of timber forest plantation