Laporkan Masalah

STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT TRANSMIGRAN PERKEBUNAN INTI RAKYAT (PIR) DAN NON PIR DI KECAMATAN HUTARAJATINGGI, KABUPATEN PADANG LAWAS, SUMATERA UTARA

TIKA NURWIDIANI, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Indonesia terdiri dari daratan dan pulau kecil 17.504 buah dengan 5 buah pulau besar. Jumlah penduduk di Pulau Jawa yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau besar lain di Indonesia melatarbelakangi adanya program transmigrasi. Salah satunya di Kabupaten Padang Lawas yang terdapat program transmigrasi yang bekerjasama dengan perusahaan (PIR) dan transmigrasi yang tidak bekerjasama dengan perusahaan (Non PIR). Perbedaan jenis transmigrasi tersebut sebagai obyek peneliti terkait strategi penghidupan yang diterapkan oleh masyarakat transmigrasi dan kondisi kesejahteraan masyarakat transmigrasi PIR dan Non PIR. Metode yang digunakan adalan anlisis kuantitatif dan kualitatif terhadap hasil wawancara mendalam dan observasi. Teknik sampling yang digunakan yaitu area sampling dan quota sampling. Metode identifikasi strategi penghidupan yang diterapkan oleh masyarakat transmigrasi yaitu menganut sustainable livelihood framework dengan klasifikasi strategi penghidupan menurut beberapa ahli. Hasil penelitian jenis strategi penghidupan yang diterapkan oleh masyarakat transmigrasi PIR yaitu ntensifikasi(17,5%), diversifikasi(22,5%), ekstensifikasi(5%), mobilitas(25%), subsisten (7,5%), off Farm(15%) dan kompensasi(7,5%). Strategi penghidupan masyarakat transmigrasi Non PIR yaitu ekstensifikasi(30%), intensifikasi(25%), diversifikasi(35%), mobilitas(2,5%), daninvestasi(7,5%). Kondisi kesejahteraan masyarakat transmigrasi Non PIR survival (6%), konsolidasi (13%), dan akumulasi (21%) lebih unggul dari masyarakat transmigrasi PIR berdasarkan 8 indikator BPS dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat transmigrasi PIR survival (16%), konsolidasi (15%), dan akumulasi (9%).

Indonesia consists of land and small islands of 17,504 with 5 large islands. The population in Java which is higher compared to other large islands in Indonesia is the background of the transmigration program. One of them is in Padang Lawas Regency which has a transmigration program that cooperates with companies (PIR) and transmigration that do not cooperate with companies (Non PIR). The difference in types of transmigration is the object of the researchers related to livelihood strategies implemented by transmigration communities and the welfare conditions of the PIR and Non PIR transmigration communities. The method used is quantitative and qualitative analysis of the results of in-depth interviews and observations. The sampling technique used is the sampling area and quota sampling. The method of identifying livelihood strategies applied by transmigration communities is to adhere to sustainable livelihood framework by classifying livelihood strategies according to several experts. The results of the research on the types of livelihood strategies implemented by the PIR transmigration community were intensification (17.5%), diversification (22.5%), extensification (5%), mobility (25%), subsistence (7.5%), off Farm (15%) and compensation (7.5%). Strategies for transmigration community livelihoods Non PIRs are extensification (30%), intensification (25%), diversification (35%), mobility (2.5%), and investment (7.5%). The welfare conditions of transmigration communities are non-PIR survival (6%), consolidation (13%), and accumulation (21%) superior to the PIR transmigration community based on 8 BPS indicators with the socio-economic conditions of the PIR survival transmigration community (16%), consolidation (15 %), and accumulated (9%).

Kata Kunci : Strategi Penghidupan, Masyarakat Transmigrasi PIR, Masyarakat Transmigrasi Non PIR, Kesejahteraan

  1. S1-2019-366199-abstract.pdf  
  2. S1-2019-366199-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-366199-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-366199-title.pdf