Laporkan Masalah

KETERLIBATAN AKTOR STRATEGIS DALAM PROSES PEMBANGUNAN KAMPUNG WISATA NELAYAN KARANGSARI KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR

Vowas Gamar Bawanto, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Karangsari merupakan salah satu daerah pesisir yang terdapat di Tuban, Jawa Timur. Karangsari memiliki berbagai potensi sosial, budaya, dan ekonomi yang beragam. Berdasarkan letak geografisnya, maka tak heran jika mayoritas masyarakat berprofesi menjadi Nelayan. Namun seringkali masyarakat luar melihat lingkungan Nelayan sebagai lingkungan yang kumuh dan tertinggal. Salah satu konsep pembangunan yang fokus pada pembangunan pesisir dikenal dengan poros maritim dunia. Salah satu pilarnya adalah berkomitmen untuk mendorong sektor pariwisata maritim. Tuban memiliki rencana pembangunan untuk membangun wisata bahari disebelah kampung nelayan Karangsari. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, dibutuhkan integrasi kawasan wisata antara rencana pembangunan wisata bahari pemerintah Tuban dengan pembangunan kampung nelayan Karangsari. Jika tidak maka masyarakat Karangsari akan menerima dampak dari pembangunan tersebut yang menyebabkan alih profesi masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat Karangsari mulai melakukan pergerakan untuk membangun kampungnya menjadi kampung wisata nelayan berbasis pemberdayaan. Hubungan aktor menjadi penting dalam proses pemberdayaan masyarakat, hubungan ini ditinjau dari teori modal sosial dengan 3 (tiga) indikator utama yaitu kepercayaan, jaringan, dan norma dan dianalisis dengan konsep community based tourism (CBT) yaitu konsep pariwisata yang dikembangkan dan dioperasikan oleh masyarakat dengan segala dukungan dan persetujuan mereka. Oleh sebab itu, penulis tergugah untuk mengidentifikasi hubungan antar aktor dalam proses pembangunan kampung wisata nelayan berbasis pemberdayaan di Karangsari. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Karangsari Tuban dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terdapat 7 (tujuh) informan aktor strategis yang terdiri dari Lurah, Ketua RT, Ketua UMKM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, dan pengepul ikan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara diskusi dan trianggulasi. Adapun temuan pertama dari penelitian ini adalah hubungan antar aktor strategis memiliki peranan kecil sebab belum memberikan kontribusi terhadap pembangunan kampung wisata di Karangsari secara seimbang.Adapun temuan kedua dari penelitian ini hubungan antar aktor hanya memberikan peran pada dimensi ekonomi dan lingkungan. Sedangkan pada dimensi sosial, budaya, dan politik hubungan antar aktor belum menunjukkan peran pada proses pembangunan kampung wisata nelayan ini.

Karangsari is one of the coastal areas in Tuban, East Java. Karangsari has various diverse social, cultural and economic potentials. Based on its geographical location, it is not surprising if the majority of people work as fishermen. But often the outside community sees Fishermen's environment as a slum and lagging environment. One of development concept that focuses on coastal development is known as the world's maritime axis. One of the pillars is a commitment to encourage the maritime tourism sector. Tuban has a development plan to build maritime tourism next to the Karangsari fishing village. Based on the results of previous research, it is necessary to integrate the tourism area between the development of the Tuban government marine tourism plan and the construction of the Karangsari fishing village. If not so, the Karangsari community will receive the impact of the development which lead to the transfer of community professions. Therefore, the Karangsari community began to make a move to build their village into an empowerment-based fishing village. Relations between actors will be reviewed from social capital indicators (trust, networks, and norms) and analyzed by the concept of community based tourism (CBT). Therefore, we were intrigued to identify the relationships between actors in the process of building empowerment-based fishing tourism villages in Karangsari. This research used a qualitative method with a descriptive approach. Data collecting is done by literature study, interviews, observation, and documentation. The technique of checking the validity of the data is done by discussion and triangulation. The first result of this study is the relationship between strategic actors has a small role because it has not contributed to the development of tourism villages in Karangsari in a balanced manner. As for the second result of this study the relationship is only able to have an impact on the economic and environmental dimensions. Meanwhile based on the social, cultural and political dimensions of the relationship between actors have no a significant impact on the process of developing this fishing tourism village.

Kata Kunci : Kata kunci: hubungan, aktor strategis, pemberdayaan, kampung wisata

  1. S1-2018-378679-abstract.pdf  
  2. S1-2018-378679-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-378679-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-378679-title.pdf