Laporkan Masalah

Mitigasi Risiko pada Rantai Pasok Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

WARASTRA NUR ANNISA, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE; Dr. Wagiman, STP, M.Si.; Ir. Suharno, M.Eng., M.Eng.Sc.

2019 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan yang terjadi pada komoditas bawang merah yaitu mudah rusak dan busuk, rentan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan, berpotensi terkena serangan hama dan penyakit baik saat penyimpanan maupun budidaya, mudah mengalami penyusutan timbangan, dan harga yang fluktuatif. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi model rantai pasok bawang merah dan risikonya lalu menentukan mitigasi yang tepat untuk risiko yang diprioritaskan. Metode penelitian dilakukan dengan purposive sampling dan snowball sampling melalui in-depth interview kepada risk owner. In-depth interview digunakan untuk mengidentifikasi model rantai pasok bawang merah, mengidentifikasi risiko yang terjadi pada rantai pasok bawang merah, dan menyusun mitigasi risiko yang mempertimbangkan mitigasi dari expert. Analisis risiko dilakukan menggunakan standar ISO 31000:2009 dan prioritas risiko ditentukan dari nilai RPN (Risk Priority Number). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok bawang merah terdapat 19 model yang terdiri dari 6 tier. Risiko yang teridentifikasi terdapat 32 risiko dengan 10 risiko pada level avoid risk, 2 risiko pada level transfer risk, 17 risiko pada level manage risk, dan 3 risiko pada level appetite risk. Mitigasi yang dilakukan yaitu pada tier petani menambahkan pengasapan dan blower di gudang, memasang perangkap serangga, menerapkan pola tanam yang dimajukan dan serentak, menyiram tanaman sebelum matahari terbit, menyemprot dengan fungisida dan insektisida. Pada tier penebas yaitu membayar bawang merah ke petani dengan uang muka dan mencari informasi harga. Pada tier pengepul yaitu menerapkan pembayaran uang muka, membuat catatan penjualan, sistem pembayaran utang piutang untuk pelanggan tetap. Pada tier sales yaitu membuat catatan penjualan, sistem pembayaran utang piutang untuk pelanggan tetap, dan mencari informasi ke daerah yang tersedia bawang merah.

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity that has high economic value. The problems that occur in shallot commodities are easily damaged and rotten, susceptible to weather and environmental conditions, potentially affected by pests and diseases both during storage and cultivation, easily experiencing shrinkage of scales, and fluctuating prices. Therefore, this study is aimed to identifying the shallot supply chain model and its risks and then determining the appropriate mitigation for priority risks. The research method was carried out by purposive sampling and snowball sampling through in-depth interviews with the risk owner. The in-depth interview is used identify the shallot supply chain model, identify the risks that occur in the shallot supply chain, and develop risk mitigation that considers the mitigation of the expert. Risk analysis is carried out using the ISO 31000: 2009 standard and the risk priority is to determine by the value of the RPN (Risk Priority Number). The results showed that the shallot supply chain contained 19 models consisting of 6 tiers. The identified risks include 32 risks with 10 risks at avoid risk level, 2 risks at the transfer risk level, 17 risks at the level of managing risk, and 3 risks at the appetite risk level. Mitigation is carried out, namely at the farmer tier adding fumigation and blower in the warehouse, installing insect traps, applying advanced and simultaneous planting patterns, watering the plants before sunrise, spraying with fungicides and insecticides. In the slashing tier, you could pay onion to the farmer with a down payment and look for price information. In the tier of collectors, they applied advance payments, making sales records, and payment systems for fixed debts. At the tier sales, namely making records of sales, the system of payment of accounts payable for regular customers, and seeking information to the area available onion.

Kata Kunci : ISO 31000:2009, Risk Priority Number, manajemen risiko, rantai pasok, bawang merah/ISO 31000:2009, Risk Priority Number, risk management, supply chain, shallot

  1. S1-2019-363983-abstract.pdf  
  2. S1-2019-363983-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-363983-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-363983-title.pdf