PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT PERHIMPUNAN SHOREA DALAM PROGRAM RESTORASI EKOSISTEM DESA KEPUHARJO, CANGKRINGAN, SLEMAN, DIY
LETSU VELLA SUNDARY, Dr. Ahmad Maryudi, S. Hut., M. For., Bowo Dwi Siswoko, S. Hut., MA.,
2013 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANSumberdaya hutan memiliki beragam peran dan fungsi dalam kehidupan manusia. Banyaknya fungsi hutan dan penggunanya membutuhkan suatu pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Salah satu prinsip kelestarian hutan adalah perlunya peran serta para pihak agar dapat terciptanya kepranataan yang baik (good governance). Salah satu pihak yang terlibat di dalam pengelolaan hutan adalah lembaga swadaya masyarakat. Pada beberapa dekade terakhir peran LSM sebagai sebuah entitas baru dalam pengelolaan SDH semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran LSM Perhimpunan Shorea dalam program restorasi ekosistem di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yaitu dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. Untuk membuktikkan validitas dan reliabilitas penelitian ini digunakan triangulasi data dari wawancara mendalam, pengamatan langsung, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan serta verifikasi sesuai analisis data model interaktif dari Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM Perhimpunan Shorea menerima hibah dari luar negeri untuk menjalankan program restorasi ekosistem dan berperan sebagai mediator dalam mengakomodasi kepentingan para pihak, eksekutor program, fasilitator program, motivator, serta dinamisator dalam membangun keswadayaan dan partisipasi masyarakat di Desa Kepuharjo. Mayoritas kegiatannya cenderung lebih bersifat top-down, sehingga skema good governance dalam mewujudkan sustainable forest management yang seharusnya tidak ada aktor yang sangat dominan dalam menentukan gerak aktor lain menjadi sulit tercapai.
Forest resource has so many kinds of roles and functions for human life. The number of functions and forest users need sustainable forest management. One principal of forest sustainability is the importance of participation from all forest stakeholders in order to actualize the good governance. One party gotten involve is Non-governmental Organization. For the last decades, NGOs role as a new entity in forest resource management has evolved. The purpose of this research is to find out Perhimpunan Shorea role in ecosystem restoration program at Kepuharjo village, Cangkringan, Sleman, DIY. This research uses qualitative approach with case study method, focuses on a case intensively and detailedly. In proofing the validity and reliability of this research, the researcher uses data triangulation by doing depth interview, direct observation, participative observation, and documented study. The data analysis method is done by data reduction, data display, conclusion making, and verification according to interactive model data analysis by Miles and Huberman (1992). The result of this research shows that Perhimpunan Shorea received foreign donation to undertake the eco-restoration project and did that as a mediator in accommodating stakeholder’s interests, program executor, program facilitator, motivator, and also dynamist in developing self-supporting and community participation at Kepuharjo village. Nevertheless the majority of the activities are more top-down oriented, causing good governance scheme in actualizing sustainable forest management which ought to create no dominant actors in determining others becomes inaccessible.
Kata Kunci : sustainable forest management, good governance, restorasi ekosistem, para pihak, peran LSM, Perhimpunan Shorea.