Keselarasan Penggunaan Lahan terhadap Arahan Fungsi Pemanfaatan Lahan di Kabupaten Magelang Tahun 2016
JANNATUL FIRDAUS, Ir. Subaryono, M.A, Ph.D
2019 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESISaat ini kebutuhan manusia terkait dengan lahan semakin meningkat, aktivitas yang berhubungan dengan lahan juga semakin banyak. Oleh karena itu banyak lahan yang dialih fungsikan sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya. Penggunaan lahan yang tidak sesuai tersebut juga banyak terjadi di Kabupaten Magelang. Oleh sebab itu untuk menanggulangi agar tidak terjadi lebih banyak lagi penyalahgunaan fungsi lahan, maka dilakukan penelitian terkait keselarasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keselarasan lahan yang ada di Kabupaten Magelang pada tahun 2016 agar dapat dijadikan acuan untuk mengatasi masalah keselarasan lahan sehingga penggunaan lahan dapat difungsikan sesuai dengan peruntukannya. Dalam penelitian ini, berbagai data diolah dan digunakan untuk menghasilkan peta keselarasan antara lain peta kemiringan lereng yang dibuat berdasarkan data DEM, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, dan peta curah hujan yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Magelang. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode tumpang susun yaitu intersect untuk membandingkan peta arahan fungsi pemanfaatan lahan yang berasal dari peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta curah hujan dengan peta penggunaan lahan. Perbandingan tersebut menghasilkan peta keselarasan lahan Kabupaten Magelang tahun 2016. Penelitian ini menghasilkan persentase wilayah yang selaras dan tidak selaras. Untuk kelas yang selaras memiliki persentase sebesar 64, 48 %, sedangkan kelas yang tidak selaras sebesar 35, 52 %. Berdasarkan hasil perhitungan kelas selaras dan tidak selaras dapat disimpulkan bahwa di Kabupaten Magelang tahun 2016 memiliki wilayah selaras yang lebih tinggi daripada wilayah yang tidak selaras itu berarti di wilayah Kabupaten Magelang masih banyak yang penggunaan lahannya sesuai dengan arahan fungsi pemanfaatan lahan dari Kabupaten Magelang.
Nowadays, human needs related to the land is increasing, the activity related to the land is also more and more. Therefore, a lot of land is converted so that it does not comply with its designation. Unsuitable land use is also common in Magelang District. Therefore, in order to prevent more abuses of land use, research on land alignment is needed. This study aims to determine the level of existing land alignment in Magelang District in 2016 in order to be used as a reference to overcome land alignment problems so that land use can be functioned in accordance with the allocation. In this study, various data were processed and used to produce alignment maps such as slope slope map based on SRTM data, land use map, soil type map, and rainfall map obtained from the Badan Perencanaan Pembangunan (BAPPEDA) of Magelang Regency. Data processing in this research is done by overlay method that is intersect to compare the direction map of land utilization function derived from slope map, soil type map, rainfall map with land use map. The comparison resulted in a land alignment map of Magelang Regency in 2016. This study yields an aligned and non-aligned percentage of territory. For an aligned class has a percentage of 64, 48%, while the class is not aligned for 35, 52%. Based on the results of class calculations aligned and not aligned can be concluded that in Magelang District in 2016 has a higher aligned territory than areas that are not aligned it means that in the district of Magelang there are still many land use in accordance with the directives of land use function of Magelang regency.
Kata Kunci : intersect, arahan fungsi pemanfaatan lahan, keselarasan lahan