American-Led Democratization Efforts under President Barrack Obama
DHANANG SENGKALIT D, democracy, democratization, liberalization, the U.S.
2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSelama abad ke-20, demokrasi telah dengan cepat menjadi standar norma untuk pemerintahan yang sah di panggung global. Ketika seseorang berpikir tentang demokrasi, selain dari krisis dan retorika ideologis yang konsisten, biasanya Amerika Serikat muncul di pikiran. Akhir dari Perang Dunia II menjadikan AS pemimpin “Dunia Bebas,†yang memegang panji demokrasi melawan komunisme. Pada masa ini, demokrasi, dan bahkan promosi demokrasi, berkembang secara substansial, tidak memainkan peran kecil baik secara langsung maupun sebagai pembenaran bagi upaya-upaya lain dalam membentuk status quo yang bertahan hingga kini. Meski demikian, peran yang dimainkan AS dalam demokratisasi kali ini telah secara paradoks merusak keberlanjutannya. Dengan reputasinya yang ternoda, Agenda Kebebasan dari Presiden Bush tampaknya menjadi “paku terakhir di peti matinya.†Ketika Barack Obama menjadi presiden, demokratisasi AS berada dalam kondisi yang genting. Presiden Obama akan sulit sekali untuk membalik gelombang negatif di seputar demokratisasi yang dipimpin A.S. Skripsi ini mencoba menawarkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Obama menangani masalah-masalah tersebut dan sejauh mana pemahaman ideologi liberal tentang demokrasi berfungsi untuk menghidupkan kembali pentingnya promosi demokrasi AS.
Abstract During the 20th century, democracy has rapidly become a golden standard for legitimate rule in the global stage. When one thinks of democracy, aside from crises and consistent ideological rhetoric, the U.S. normally comes to mind. The end of World War II saw the U.S. become the figurehead of the “Free World,†holding high the banner of democracy against communism. In this time, democracy, and indeed democracy promotion, evolved substantially, playing no small role both directly and as a justification for other endeavors in shaping the status quo that persists to this very day. Yet the role the U.S. played in democratization these times has paradoxically compromised its sustainability. With its tarnished reputation, President Bush’s Freedom Agenda seemed to be “the last nail in its coffin.†Thus, when Barack Obama became president, U.S. democratization had been in a precarious condition. President Obama would be hard pressed to reverse this tide of negativity surrounding U.S.-led democratization. This thesis tries to offer a better understanding of how Obama tackled these issues and the degree to which his liberal ideological understanding of democracy served to reinvigorate the significance of U.S. democracy promotion.
Kata Kunci : demokrasi, demokratisasi, liberalisasi, Amerika Serikat.