INDONESIA STRATEGY IN RESPONDING HUMANITARIAN CRISIS IN ASEAN WITH STUDY CASE ROHINGYA CRISIS
ANNISAA ROZA SYABILA, Dr. Dafri Agussalim, M.A.
2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALKrisis kemanusiaan menjadi isu global di era sekarang, termasuk krisis Rohingya. Garis utama pertengkaran untuk Rohingya adalah jaminan kewarganegaraan setelah kembali ke rumah dan negara mereka. Kondisi ini melarang mereka untuk mengakses fasilitas negara, pendidikan dan layanan kesehatan. Rohingya menjadi tanpa kewarganegaraan dan diasingkan dari tanah air mereka di mana mereka telah tinggal selama beberapa dekade. Di sisi lain, seandainya Indonesia dan negara-negara lain kemudian terlibat dalam proses itu mungkin tidak akan pernah ada perubahan yang terjadi. Dalam banyak hal, Laporan Kofi Annan pada tahun 2007 membuat peta terarah untuk perbaikan struktur pemerintah Myanmar dan sarana yang layak untuk mencapai ini dalam metode kemanusiaan. Penelitian ini akan menganalisis sejauh mana Indonesia membangun strategi untuk menembus ke dalam pemerintahan Myanmar dalam hal cara kemanusiaan, yaitu untuk membantu Rohingya sebagai kelompok rentan.
Humanitarian crisis becomes global issue in recent era, including Rohingya crisis. The major line of contention for the Rohingya is the assurance of citizenship upon return to their homes and country. This condition disallow them to access into state facilities, education and healthcare. Rohingya became stateless and exiled from their homeland where they have been living in for decades. On the other hand, had Indonesia and later other countries gotten involved in the process there may never have been change realized. In many ways, the Kofi Annan Report in 2007 set up a directional map for improvement to Myanmar government structure and a feasible means to accomplish this in a humanitarian method. This research is going to analyze to what extent Indonesia build the strategy to penetrate into Myanmar’s government in terms of humanitarian way, to help Rohingya as vulnerable group.
Kata Kunci : Rohingya, humanitarian diplomacy, humanitarian crisis, Indonesia, strategy