Laporkan Masalah

KONDISI HABITAT GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DI RESORT RAWA BUNDER, SPTN III KUALA PENET, TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, LAMPUNG

AWANG HARIYANTO, drh. Subeno, M. Sc.,

2013 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN

Konflik gajah dan manusia yang terjadi di Taman Nasional Way Kambas memiliki tren yang terus meningkat. Salah satu Resort yang memiliki posisi strategis di Taman Nasional Way Kambas dan memiliki catatan konflik yang cukup tinggi adalah Resort Rawa Bunder. Sehingga dibutuhkan suatu kajian lebih mendalam mengenai konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi fisik biotik habitat dan memetakan persebaran habitat gajah sumatera di Resort Rawa Bunder. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung yaitu dengan metode kombinasi antara nested sampling dan teknik sampling protocol. Penentuan lokasi didasarkan pada data sekunder baik dari masyarakat maupun instansi terkait seperti BTNWK. Data kondisi biofisik tiap lokasi sampel dikelompokkan dengan agglomerative hierarchical cluster analysis menggunakan R Statistik 2.7.1 sehingga diperoleh 3 kelompok kategori habitat yaitu kategori sesuai, sedang dan tidak sesuai. Kemudian dari titik koordinat yang diperoleh, dengan memanfaatkan aplikasi ArcGIS 9.3 dapat menggambarkan sebaran habitat gajah sumatera di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan kondisi fisik dan biotik, habitat gajah sumatera di Resort Rawa Bunder terbagi menjadi tiga kategori yaitu sesuai (2203,99 Ha), sedang (6343,02 Ha) dan tidak sesuai (1688,235 Ha). Hutan dataran rendah dan belukar merupakan tipe penutupan lahan yang menjadi habitat paling dominan. Habitat dengan kategori sesuai berada di kawasan hutan dataran rendah yang masih memiliki luasan yang kecil jika dibandingkan dengan luasan Resort Rawa Bunder secara umum.

Human-elephant conflict that occurred in Way Kambas National Park has an increasing trend. One of the resorts that have a strategic position in the Way Kambas National Park and has a high record of conflict is Rawa Bunder Resort. So it takes a more in-depth study of the conflict. This study aimed to describe the physical biological habitat and mapping the distribution of Sumatran elephant habitat on Rawa Bunder Resort. The method used was direct observation which combine nested sampling and protocol sampling technique. Determining the location based on secondary data from the society and relevant agencies such as BTNWK. Data of biophysical conditions in each sample location were group by agglomerative hierarchical cluster analysis using R statistics 2.7.1. So that obtained 3 groups are habitat category namely suitable, medium, and unsuitable habitat. Then from the coordinates obtained, by utilizing ArcGIS 9.3 applications is used to illustrate the distribution of habitat for the Sumatran elephant at the sites. Based on observations of the physical and biotic conditions, the Sumatran elephant habitat at the Rawa Bunder Resort divided into three categories suitable (2203,99 Ha), medium (6343,02 Ha) and unsuitable (1688,235 Ha). Lowland forest and shrub land cover types are the most dominant habitat. Habitat with suitable categories is dominant in lowland forest and has a small area if compared to the Rawa Bunder Resort area generally.

Kata Kunci : Kondisi biofisik, habitat, persebaran habitat

  1. s1-2013-270010-_abstract.pdf  
  2. s1-2013-270010-_bibliography.pdf  
  3. s1-2013-270010-_table_of_content.pdf  
  4. s1-2013-270010-_title.pdf