Laporkan Masalah

ETNOBOTANI CEMARA UDANG DI SEPANJANG PESISIR PANTAI KABUPATEN KULON PROGO

FAHMA ARLIA JATI, Ir. Dwi Tyaningsih Adriyanti, M.P.

2013 | Skripsi | S1 BUDIDAYA HUTAN

Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tumbuhan yang memiliki manfaat bagi manusia. Etnobotani juga dikenal sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan. Kawasan pesisir pantai selatan diyakini memiliki kondisi lingkungan yang sangat ekstrim seperti salinitas yang tinggi, kadar air dalam tanah yang rendah dan evapotranspirasi yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan tidak semua pohon mampu tumbuh di kawasan tersebut. Cemara udang diyakini sebagai salah satu pohon yang mampu tumbuh pada kondisi tesebut. Keberadaan cemara udang di pesisir pantai berfungsi sebagai pemecah angin, tanaman bonsai, dan kayu bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pemanfaatan cemara udang bagi masyarakat dan untuk mengetahui karakteristik organ cemara udang yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Metode pengambilan data di lapangan dilakukan melalui observasi dengan mengadakan pengamatan langsung di desa yang memiliki pantai di Kabupaten Kulon Progo. Penentuan responden yang akan diwawancara dilakukan dengan mengetahui jumlah kepala keluarga (KK) di desa yang terletak di belakang pesisir pantai Kabupaten Kulon Progo. Responden diambil 13% dari populasi setiap pantai. Data dikumpulkan melalui proses wawancara dan mencatat hasil wawancara tersebut dalam lembar kuisioner. Data penelitian hasil wawancara dianalisis secara diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan cemara udang terbesar terdapat di Pantai Bugel sebesar 100%, Pantai Congot sebesar 85%, Pantai Trisik sebesar 77%, Pantai Pleret sebesar 56%, Pantai Karangsewu sebesar 54%, Pantai Glagah sebesar 50%, Pantai Garongan sebesar 6%, dan terendah Pantai Karangwuni sebesar 0%. Berdasarkan pemahaman responden, bagian keseluruhan pohon (semua bagian) cemara udang yang banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar pantai untuk penahan angin. Fungsi lain dari cemara udang yang dimanfaatkan masyarakat adalah untuk peneduh, pelindung tanaman pertanian dan bagian daun kering cemara udang yang dimanfaatkan masyarakat sebagai mulsa tanaman pertanian.

Ethnobotany is a study of plants which provides benefits for humans. Ethnobotany is also known as a scientific study of the relationship between humans and plants. Southern coastal region is believed to have extreme environmental conditions such as high salinity, low soil water content and high evapotranspiration. These cause that not all trees are adaptive to grow in this region. Casuarina equisetifolia is believed to be a spesies tree that is suitable to grow in such condition. The functions of existence of Casuarina equisetifolia in coastal area as wind-break, “bonsai” (a tree planted in a small pot which grows slowly), and fire-wood. This study aimed at determining the percentage of utilization of Casuarina equisetifolia for the local community and to know the characteristics of Casuarina equisetifolia organ that had been used by the local community. A field method was used to collect the data through an observation by collecting data in the villages which are located in the coastaline district of Kulon Progo. The determination of the respondents going to be interviewed was conducted by finding the number of family in each determined village. The respondents were taken by 13% of the population of each beach. Data were collected through interviews and recorded in the questionnaire sheet. Descriptive quantitative used analyzed the data. The results showed the utilization of Casuarina equisetifolia by the community in Bugel Beach, Congot Beach, Trisik Beach, Pleret Beach, Karangsewu Beach, Glagah Beach, Garongan Beach, and Karangwuni Beach accounted for 100%, 85%, 77%, 56%, 54%, 50%, 6%, and 0% respectively. The function of Casuarina equisetifolia as a windbreak showed the highest number of persentage according to the responden opinion. The other functions the local community used Casuarina equisetifolia were a shade, crop protection and dried leaves were used as mulch.

Kata Kunci : Etnobotani, Kawasan Pesisir, Cemara Udang, Pantai di Kulon Progo

  1. s1-2013-269782-_abstract.pdf  
  2. s1-2013-269782-_bibliography.pdf  
  3. s1-2013-269782-_table_of_content.pdf  
  4. s1-2013-269782-_title.pdf