PERBANDINGAN LUARAN FUNGSIONAL JANGKA PANJANG PADA PASIEN HIRSCHSPRUNG PASCA DUHAMEL DAN TEPT DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
Ezzah Fatmala Daulay, dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA ; dr. Andi Dwihantoro, Sp.B, Sp.BA (K)
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Penyakit Hirschsprung (HSCR) merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguan migrasi secara kranial-kaudal dari sel krista neural vagal pada minggu ke-5 sampai minggu ke-12 kehamilan. Insidensi terjadinya penyakit ini ialah 1 dari 5 000 kelahiran. Sementara itu, insidensi penyakit ini di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2013 ialah 1:3250. Terdapat beberapa metode pembedahan yang biasa dilakukan untuk menangani penyakit ini diantaranya ialah prosedur Duhamel dan TEPT. Maka dari itu, penelitian in. Tujuan: Untuk mengetahui luaran fungsional jangka panjang pada pasien HSCR pasca operasi Duhamel dan TEPT serta membandingkan luaran fungsional jangka panjang keduanya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Rekam medis dianalisis secara retrospektif pada pasien HSCR pasca operasi Duhamel atau TEPT di RSUP Dr. Sardjto Yogyakarta dari 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2015. Setelah itu, dilakukan analisis prospektif terkait luaran fungsional jangka panjang dengan menggunakan kuesioner berdasarkan penilaian Rintala. Kemudian, hasil luaran fungsional akan dianalisa dengan Fisher exact test. Hasil: Terdapat 17 pasien HSCR yang terlibat (Duhamel: 3 laki-laki, 1 perempuan dan TEPT: 7 laki-laki, 6 perempuan). Pada penelitian ini, luaran fungsional yang mendekati p <0,05 ialah gangguan rasa ingin defekasi dengan hasil lebih banyak ditemukan pada pasien HSCR pasca Duhamel dibandingkan TEPT (OR = 10; 95%CI 0,74-135,3; p=0,08). Sementara, gangguan terkait kemampuan menahan defekasi, frekuensi defekasi, soiling, defekasi yang tak diinginkan, konstipasi dan masalah sosial lebih banyak ditemukan pada pasien HSCR pasca Duhamel dibandingkan TEPT. Namun, hasil ini secara statistika tidak signifikan. Kesimpulan: Luaran fungsional jangka panjang pada pasien HSCR pasca operasi Duhamel kurang baik sementara pasca operasi TEPT baik. Luaran fungsional jangka panjang pada pasien HSCR pasca operasi TEPT lebih baik dari pasien HSCR pasca operasi Duhamel.
Background: Hirschsprung's disease or congenital aganglionic megacolon (HSCR) is a disease caused by the failure of of neural crest cells to migrate at week 5 to week 12. The incidence of HSCR is estimated to be 1 in 5 000 live births. Meanwhile, the incidence of HSCR in Dr. RSUP Sardjito in 2013 was 1: 3250. There are several surgical methods commonly used to treat this disease Duhamel and TEPT. Objectives: This study aims to study long-term functional outcomes in HSCR patients after Duhamel and TEPT surgery and compare long-term functional outcomes in Dr. RSUP Sardjito Yogyakarta. Methods: Medical records were analyzed retrospectively on HSCR patients post Duhamel or TEPT surgery at Dr. Sardjto Hospital Yogyakarta from 1 January 2012 to 31 December 2015. Then, prospective analysis were conducted regarding long-term functional outcomes using a questionnaire based on Rintala's assessment. Then, long-term functional outcomes are analyzed by Fisher exact test. Results: There were 17 HSCR patients involved (Duhamel: 3 men, 1 female and TEPT: 7 men, 6 women). In this study, functional outcomes close to p <0.05 were feels/ reports the urge to defecate with more results found in HSCR patients post Duhamel than TEPT (OR = 10; 95% CI 0.74-135.3; p = 0, 08). Meanwhile, disorders related ability to hold back defecation, frequency of defecation, soiling, accidents, constipation and social problems were more common in HSCR patients after Duhamel than TEPT. However, this result is statistically insignificant. Conclusion: The long-term functional outcomes in HSCR patients after Duhamel surgery are not good while the long-term functional outcomes in HSCR patients after TEPT surgery is good. The long-term functional outcomes in HSCR patients post TEPT surgery are better than the long-term functional outcomes in HSCR patients post Duhamel surgery.
Kata Kunci : Hirschsprung, Duhamel, TEPT, Rintala, luaran fungsional jangka panjang