Perbandingan Luaran Fungsional Jangka Panjang pada Pasien Hirschsprung Pasca Duhamel dan Soave di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
STEVIE, dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA; dr. Andi Dwihantoro, Sp.B, Sp.BA(K)
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Penyakit Hirschsprung (HSCR) adalah penyakit kongenital yang melibatkan penyimpangan migrasi sel-sel saraf enterik ke usus bagian distal. Meskipun terdapat beberapa teknik operasi seperti Duhamel dan Soave yang digunakan sebagai terapi definitif HSCR, masih ada sebagian pasien HSCR yang mengalami gangguan fungsional postoperatif. Perbandingan luaran fungsional pada pasien HSCR pasca Duhamel dan Soave sudah pernah diteliti namun belum ada penelitian yang menilai luaran fungsional jangka panjang dengan follow-up >= 3 tahun. Tujuan: Mengetahui luaran fungsional jangka panjang (follow-up >= 3 tahun) pada pasien HSCR pasca prosedur Duhamel dan Soave di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta; Membandingkan luaran fungsional jangka panjang (follow-up >= 3 tahun) pada pasien HSCR pasca prosedur Duhamel dan Soave di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kohort retrospektif dan prospektif. Sampel diambil dari rekam medis pasien HSCR dalam kurun waktu 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2015 dan kuesioner Rintala yang kemudian akan dianalisis secara deskriptif menggunakan penilaian Rintala. Hasil: Terdapat 12 subjek yang memenuhi kriteria, 4 subjek dioperasi Duhamel dan 8 subjek dioperasi Soave. Luaran fungsional jangka panjang pada kedua operasi ini dinilai dengan penilaian Rintala. Penilaian kemampuan menahan buang air besar pada Duhamel sebesar 75% dan Soave sebesar 37,5%. Penilaian perasaan ingin buang air besar pada Duhamel sebesar 75% dan Soave sebesar 37,5%. Penilaian frekuensi buang air besar pada Duhamel sebesar 50% dan Soave sebesar 37,5%. Penilaian soiling pada Duhamel sebesar 100% dan Soave sebesar 50%. Penilaian tidak sengaja buang air besar pada Duhamel sebesar 100% dan Soave sebesar 25%. Penilaian konstipasi pada Duhamel sebesar 25% dan Soave sebesar 37,5%. Penilaian masalah sosial pada Duhamel sebesar 25% dan Soave sebesar 12,5%. Skor Rintala dengan interpretasi baik pada Duhamel sebesar 25% dan Soave sebesar 75%. Kesimpulan: Luaran fungsional jangka panjang pada pasien HSCR pasca Duhamel kurang baik dan Soave baik; Luaran fungsional jangka panjang pada pasien HSCR pasca Soave lebih baik daripada luaran fungsional jangka panjang pada pasien HSCR pasca Duhamel.
Background: Hirschsprung's disease (HSCR) is a congenital disorder involving aberrant migration of enteric nerve cells to distal intestine. Even though many surgical techniques are available like Duhamel and Soave procedure as definitive therapy in HSCR, a significant proportion of patients still experience postoperative functional disturbances. Comparison of functional outcomes in HSCR patient post Duhamel and Soave has been done before, but there is no research that assess long-term functional outcomes with follow-up >=3 years. Objectives: To know long-term functional outcomes (follow-up >=3 years) in HSCR patient post Duhamel and Soave in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta; To compare long-term functional outcomes (follow-up >=3 years) in HSCR patient post Duhamel and Soave in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Method: This research uses retrospective and prospective cohort study. Samples were taken from medical record HSCR patient from 1 January 2012 until 31 December 2015 and Rintala questionnaire. These data were analyzed descriptively using Rintala score. Results: There are 12 subjects that meet the criteria, 4 subjects post Duhamel and 8 subjects post Soave. Long-term functional outcomes in these surgeries are analyzed using Rintala score. Ability to hold back defecation occurs 75% in Duhamel and 37,5% in Soave. Feels/reports the urge to defecate occurs 75% in Duhamel and 37,5% in Soave. Frequency of defecation occurs 50% in Duhamel and 37,5% in Soave. Soiling occurs 100% in Duhamel and 50% in Soave. Accidents occurs 100% in Duhamel and 25% in Soave. Constipation occurs 25% in Duhamel and 37,5% in Soave. Social problems occur 25% in Duhamel and 12,5% in Soave. 25% HSCR patients post Duhamel and 75% HSCR patients post Soave have good interpretation in Rintala score. Conclusions: Long-term functional outcomes in HSCR patient post Duhamel are dissatisfactory and long-term functional outcomes in HSCR patient post Soave are satisfactory; Long-term functional outcomes in HSCR patient post Soave are better than long-term functional outcomes in HSCR patient post Duhamel.
Kata Kunci : Hirschsprung, Duhamel, Soave, Rintala, luaran fungsional, jangka panjang