KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI DUSUN KLEPU, DESA BINANGUN, KECAMATAN LASEM, KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH
FARIDA DWI A, Ir. Djuwadi, M.S.,
2013 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANPerkembangan hutan rakyat di Kecamatan Lasem yang mengalami peningkatan akan mempengaruhi pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kayu dan empon-emponan, taksiran tebangan tahunan, pendapatan keluarga petani dari berbagai sektor usaha, dan kontribusi pendapatan dari hutan rakyat terhadap pendapatan total keluarga petani. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Dusun Klepu, Desa Binangun. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan membagi responden dalam strata kepemilikan lahan. Strata I responden dengan kepemilikan lahan < 0,5 ha 10 responden, strata II 0,5 – 1 ha 14 responden, dan strata III yang memiliki lahan > 1 ha 6 responden. Data yang diperlukan adalah data sosial ekonomi, potensi tegakan, dan data lainnya seperti data monografi desa. Data dikelompokkan dalam tabel frekuensi, selanjutnya disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jenis tanaman kayu yang ada di hutan rakyat adalah jati, mahoni, mangga, lamtoro, akasia, gmelina, jambu mete, mimbo, nangka, sukun, dan kawis. Tanaman dibawah tegakannya kaerut, ketela, pisang, jahe, dan kunyit. Potensi kayu kehutanan lahan responden dengan luas 19,87 ha adalah 459,762 m3. Potensi kunyit 4.421,55 kg dan jahe 2.010,25 kg. Taksiran tebangan tahunan tanaman kehutanan adalah sebesar 68,19 m3/th, sedangkan tanaman buah taksiran tebangannya 4,5 m3/th. Volume tebangan realisasi di lapangan jati 27,26 m3/th dan mahoni 5,75 m3/th. Total pendapatan masyarakat adalah Rp. 414.170.400,00 per tahun. Kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan total petani untuk strata I adalah 20,01 %, strata II sebesar 18,46 % dan strata III sebesar 23,95 %.
The development of community forest in the Lasem sub district is affect the increases of incomes. This research is aimed to understand the potential of timber and non timber products, the estimated annual harvest, income from various business sectors, and the revenue contribution of forest to the total income of the community. Location of this research was in Dusun Klepu, Desa Binangun. This research used survey method. Determination of respondent using purposive sampling method by divided the respondents in lands strata. Respondent were consisted of strata I with land <0,5 ha were 10 respondenst, strata II 0,5 – 1 ha were 14 respondents, and strata III >1 ha were 6 respondents. Data require in this research were social economic data, forest potency data, and other data such as village monograph data. Data are grouped and analysed in a frequency table and then described. The results showed that the type of timber in the forests were teak, mahogany, mango, lamtoro, acacia, gmelina, cashew, mimbo, jackfruit, breadfruit, and kawis. While the plant under stand kaerut, cassava, banana, ginger, and turmeric. The total forest potency of 19,87 ha is 459,762 m3. Herbs potency is turmeric 4421.55 kg and ginger 2010.25 kg. Estimated annual forest trees harvest amounted to 68,19 m3/year while the fruit trees is 4,5 m3/year. The realization volume in the field logging of teak and mahogany 27.26 m3/year and 5.75 m3/year. Total community income Rp. 414.170.400,00 per year. Contribution of forests to the total income of farmers for strata I was 20,01 %, 18,46 % for strata II and 23,95 % for strata III.
Kata Kunci : Potensi, kontribusi, hutan rakyat,dan pendapatan total