Kepentingan Ekonomi Nasional Jerman dalam Kebijkan Pintu Terbuka: Krisis Pengungsi Eropa Tahun 2015
JERRICO SYAHPUTRA, Muhammad Rum, S.IP., I.M.A.S
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALKrisis pengungsi Eropa yang berawal sejak musim panas 2015 menuai berbagai reaksi dan menjadi perdebatan di antara negara-negara anggota Uni Eropa. Beban dan kewajiban yang harus ditanggung dalam menerima pengungsi menjadi polemik yang dominan, mengarahkan permasalahan ini berkembang ke berbagai isu. Jerman merespons permasalahan ini dengan mengeluarkan Kebijakan Pintu Terbuka yang menjadikannya negara penerima pengungsi terbesar di antara negara- negara anggota Uni Eropa. Tulisan ini akan bercerita mengenai faktor-faktor peyebab dikeluarkanya kebijakan tersebut oleh Jerman. Teori neo-merkantilisme akan digunakan untuk menelaah logika berfikir di balik proses dipilihnya Kebijakan Pintu Terbuka oleh Jerman sebagai respons terhadap krisis pengungsi Eropa dalam memenuhi kepentingan nasionalnya.
The European refugee crisis that began since summer 2015 reaped various reactions and became a debate among European Union members. The burdens and obligations as the consequences in accepting refugees are the dominant polemics, directing these problems to various issues. Germany responded to this problem by opened its borders to refugees with Open Door Policy which made it the largest refugee recipient country. This paper will discuss the factors that caused the issuance of the policy by Germany. The theory of neo-mercantilism will be used to examine the logical thinking behind the process of choosing the Open Door Policy in response to the European refugee crisis in meeting its national interests.
Kata Kunci : Germany, Open Door Policy, European refugee crisis, ageing population, economic interests, European Union