Persepsi Masyarakat Lokal tentang Kalimantan Forests and Climate Partnership (KFCP) serta Partisipasinya dalam Pelaksanaan Kegiatan KFCP
LINA FARIDA JIHADAH, Dr. Ir. Lies Rahayu WF, M.P.
2013 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTANKalimatan Forests and Climate Partnership (KFCP) merupakan program kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia. KFCP adalah program REDD+ pertama di lahan gambut dan telah melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai kegiatannya. Kerjasama dengan masyarakat lokal menjadi hal penting karena mereka yang membantu KFCP dalam mencapai tujuan utamanya untuk mengurangi emisi dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan, terutama dari lahan gambut. Oleh karena itu, kajian persepsi dan partisipasi merupakan satu upaya untuk memahami masyarakat lokal dalam keterlibatannya dengan program REDD+. Metode kombinasi yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk memahami persepsi masyarakat lokal tentang KFCP dan partisipasinya. Peneliti mewawancarai 83 responden dan 40 informan kunci di 4 pemukiman binaan KFCP dan diperkuat dengan observasi lapangan. Analisis berimbang dari kedua pendekatan dilakukan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat lokal secara umum dan memahami konteks dibalik persepsi tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa di kalangan masyarakat lokal istilah “KFCP” lebih dimengerti daripada “REDD”. Keduanya kebanyakan dipahami sebagai “proyek reforestasi”. Umumnya masyarakat lokal tidak memiliki kekhawatiran terhadap KFCP dan bentuk kekhawatiran masyarakat lokal yang paling sering disampaikan berkaitan dengan “isu tenurial”. Harapan yang paling banyak disampaikan adalah “perbaikan kesejahteraan”. Kegiatan “reforestasi” menjadi kegiatan yang paling banyak diikuti oleh masyarakat lokal. Alasan yang paling sering disampaikan atas keterlibatan dalam berbagai kegiatan KFCP adalah “mendapatkan pemasukan ekonomi”. Temuan menyatakan bahwa kepentingan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi salah satu faktor pendorong persepsi dan partisipasi, serta: (1) pengalaman dengan program dan kegiatan serupa di masa lalu, (2) informasi dari petugas lapangan KFCP, (3) kedekatan petugas dengan masyarakat, dan (4) kejadian-kejadian baru di desa setempat.
Kalimatan Forests and Climate Partnership is a bilateral cooperation between Australia and Indonesia on REDD+. It is the first REDD+ program on peat lands and have involved local communities in the course of their activities. Working closely with the communities is important in attaining KFCP’s goals of reducing emission from deforestation and forest degradation activities, especially from peat lands. Accordingly, this perception and participation study is a means to understand local communities of their involvement in REDD+ program. Mixed method which combines quantitative and qualitative approaches was applied to understand local communities’ perception and their involvement in KFCP activities. We held interviews with 83 respondents and 40 key informants in 4 settlements that were engaged with KFCP. Field observations complemented the interview data. A balanced approach between qualitative and quantitative analyses was employed to analyze data to understand local communities’ perception and participation and understanding their context. This studyfound that among locals “KFCP” was more familiar than “REDD”. Both are generally understood as “reforestation project”. In general, locals did not express any worries towards KFCP and frequently expressed worry was related to “tenurial issue”. The most common hope for KFCP is“Improvement ofwell-being”. “Reforestation” was the most participated activities by the locals. “Generating income” was the most common motivation for being involved in KFCP activities. Findings showed that the fulfilling daily needs was one of the main factors that drove local perception and participation in KFCP’s activities, along with: (1) past experience with similar programs and activities, (2) information from KFCP staff, (3) KFCP staffs’ closeness with locals and (4) current events in the villages.
Kata Kunci : Persepsi, partisipasi, masyarakat lokal, KFCP, REDD+