Laporkan Masalah

Identitas Sosial Berbasis Agama dan Intensi Agresi Anak terhadap Ingroup dan Outgroup: Sebuah Studi Eksperimen

DENITA LINGGAR ASMARANI, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., Psikolog

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk membandingkan intensi agresi anak terhadap anggota ingroup dan outgroup berbasis agama ketika identitas sosial berbasis agama dimunculkan. Perlakuan berupa priming dengan pertanyaan dan gambar terkait dengan identitas keagamaan diberikan untuk membuat identitas sosial berbasis agama subjek menjadi menonjol. Hipotesis pada penelitian ini adalah bahwa setelah identitas sosial berbasis agama diperkuat (dibuat salient) dengan priming tersebut, diperkirakan intensi agresi terhadap outgroup akan lebih tinggi daripada intensi agresi terhadap ingroup. Subjek penelitian adalah 104 siswa-siswi muslim kelas 3, 4, dan 5 di sebuah SD Negeri di Yogyakarta (50 laki-laki, 54 perempuan, usia 9 - 12 tahun). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Intensi Agresi berbasis skenario dengan target anggota ingroup dan anggota outgroup yang dibedakan berdasarkan nama aktor (target agresi), di mana pada skala intensi terhadap ingroup target aktornya diberi nama islami, sedangkan pada skala intensi terhadap outgroup target aktornya diberi nama nonislami. Uji t menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara intensi agresi terhadap ingroup dan outgroup (t = 3,858, p = < 0,001), namun berkebalikan dengan hipotesis, intensi agresi terhadap ingroup (M = 87,76, SD = 24,739) justru lebih besar daripada intensi agresi terhadap outgroup (M = 84,70, SD = 24,595).

This experiment aimed to compare childrens aggression intention toward religion-based ingroup and outgroup members, when religion-based social identity made salient (strengthened). The religion-based social identity was primed using several pictures and questions related to religion. It was hypothesized that after religion-based social identity is primed, childrens aggression intention toward outgroup members would be higher compared to that toward ingroup members. Participants were 104 grade 3, 4, and 5 muslim students of a state primary school in Yogyakarta (50 male, 54 female, aged 9 - 12 years). Aggression intention was measured using a scenario-based scale to measured childrens aggression intention toward ingroup and outgroup members. T-test showed that there was significant difference between aggression intention toward ingroup and outgroup members (t = 3,858, p = < 0,001). However, contrary to the hypothesis, childrens aggressive intention toward ingroup members (M = 87,76, SD = 24,739) was higher rather lower than toward outgroup members (M = 84,70, SD = 24,595).

Kata Kunci : intensi agresi, agresivitas anak, ingroup-outgroup, priming, identitas sosial berbasis agama

  1. S1-2019-362396-abstract.pdf  
  2. S1-2019-362396-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-362396-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-362396-title.pdf