KAJIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK EMPIRIK PASIEN PNEUMONIA ANAK DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK DI BANGSAL ANAK RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
LUH RAI MADURETNO ASVINIGITA, Dr. Nanang Munif Yasin, M. Pharm, Apt; Fivy Kurniawati, S.Farm., M.Sc., Apt
2019 | Skripsi | S1 FARMASIPneumonia adalah infeksi akut pada parenkim paru yang dilaporkan menjadi penyebab utama dari morbiditas dan mortalitas anak usia dibawah lima tahun. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat berakibat pada terjadinya resistensi antibiotik. Monitoring resistensi antibiotik lokal penting dilakukan untuk mendukung pemilihan terapi antibiotik empirik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan dan kesesuaian antibiotik empirik, outcome terapi penyakit pneumonia serta sensitivitas antibiotik di bangsal anak Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling didapatkan jumlah sampel 96 pasien pneumonia anak dan 36 spesimen pada antibiogram di bangsal anak RSA UGM sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap anak selama bulan Desember 2017-Juni 2018 yang mendapatkan terapi antibiotik pada penyakit pneumonia di bangsal anak dan data antibiogram pola kuman dan sensitivitas Januari-Juni 2018 di RSA UGM Yogyakarta. Jenis antibiotik tertinggi yang digunakan adalah gentamisin. Pola penggunaan antibiotik tertinggi adalah pemberian terapi kombinasi (ampisilin/ampisilin sulbaktam+gentamisin) sebanyak 30 pasien (31,3%). Kesesuaian penggunaan antibiotik adalah sebesar 7,3%. Outcome terapi dilihat dari status keluar pasien dengan 97, 9% dinyatakan sembuh dan membaik. Bakteri/ kuman patogen terbanyak dari 30 spesimen yang tumbuh adalah Klebsiella pneumonia ss dan antibiotik amikasin, tigesiklin, fosfomisin, meropenem, tobramisin, vankomisin dan linezolid memiliki sensitivitas 100%. Penggunaan antibiotik tertinggi pasien pneumonia pada anak adalah terapi kombinasi dengan perlu adanya studi lanjut terkait pola resistensi lebih spesifik di bangsal anak RSA UGM.
Pneumonia is an acute infection of the pulmonary parenchyma that is reported to be the main cause of morbidity and mortality in children under the age of five. Improper use of antibiotics results in antibiotic resistance. Monitoring local antibiotic resistance is important to support the selection of empirical antibiotic therapy. The purpose of this study was to determine the pattern of use and suitability of empirical antibiotics, the outcome of therapy for pneumonia and antibiotic sensitivity in the pediatric ward of UGM Academic Hospital (RSA) Yogyakarta. This research is a cross-sectional study with retrospective data collection through medical records. The data collection technique used was purposive sampling which obtained the number of samples of 96 pediatric pneumonia patients and 36 specimens on the antibiogram in the pediatric ward of RSA UGM according to inclusion criteria and analyzed descriptively.The population in this study were all inpatients from December 2017 to June 2018 who received antibiotic therapy in pneumonia in the pediatric ward and antibiotic patterns of germs and sensitivity from January to June 2018 at UGM RSA Yogyakarta. The highest type of antibiotic used is gentamicin. The highest pattern of antibiotic use is the provision of combination therapy (ampicillin / ampicillin-sulbaktam + gentamicin) in 30 patients (31.3%). The suitability of antibiotic use is 7.3%. Treatment outcomes were seen from the status of outpatients with 97, 9% not recovering and improving. The most pathogenic bacteria/germs within 30 samples that has been growth are Klebsiella pneumonia ss and antibiotics amikacin, tigesiklin, phosphomycin, meropenem, tobramycin, vancomycin and linezolid having a sensitivity of 100%. The highest use of antibiotics for pneumonia patients in children is combination therapy with the need for further studies related to resistance patterns more specifically in the pediatric ward of UGM RSA.
Kata Kunci : pneumonia anak, antibiotik, resistensi antibiotik, rumah sakit akademik (RSA) UGM Yogyakarta