Keanekaragaman Jenis Perifiton di Sungai Gajah Wong Daerah Istimewa Yogyakarta
FARHAH MIFTAKHUL J, Dr. rer. nat. Andhika P. Nugroho, M.Si.
2019 | Skripsi | S1 BIOLOGISungai Gajah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta, dimanfaatkan sebagai air domestik bagi sebagian penduduk di sekitar daerah alirannya dan juga dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan limbah (industri, pertanian, dan, domestik) oleh beberapa warga sekitarnya yang menyebabkan terjadinya pencemaran perairan salah satunya pencemaran logam berat. Perifiton sebagai salah satu organisme yang hidup di dalam perairan memiliki peran penting sebagai sumber makanan bagi organisme perairan dengan tingkat trofik yang lebih tinggi, indikator pencemaran di suatu perairan dan akumulator logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan perifiton sebagai bioindikator logam berat dan mengetahui akumulasi logam berat Cu di Sungai Gajah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perifiton dari batu sungai dikeruk dan diawetkan dengan formalin 4%, kemudian dilakukan pengamatan untuk keragaman dan analisis ICP (Inductively Coupled Plasma) untuk akumulasi logam berat. Hasil yang diperoleh yaitu perifiton di Sungai Gajah Wong yang memiliki densitas yang paling tinggi di bagian hulu adalah spesies Fragillaria sp., Nitzschia sp., dan Achnanthes sp.; tengah dengan Schizomeris sp., Scenedesmus sp., dan Fragillaria sp.; dan hilir dengan Scenedesmus sp., Chlorococcum sp., dan Cladophora sp.. Pengamatan biaokumulasi logam berat Cu pada perifiton menunjukkan range kadar logam Cu dalam air di daerah hulu, tengah, dan hilir <0,02 mg/L. Kadar logam Cu dalam perifiton di daerah hulu antara 12,65-68,58 mg/kg; pada daerah tengah 31,26-113,47 mg/kg, dan pada daerah hilir antara 41,31-141,41 mg/kg.
Gajah Wong River, Yogyakarta Special Region, is utilized as domestic water by some residents around the drainage area and also as a place for waste disposal (industrial, agricultural, and domestic) by some residents which can cause pollution, one of them is heavy metal pollution. Periphyton, as one of aquatic organisms that lives in water, have an important role as food source for higher trophic aquatic organisms, bioindicator, and heavy metal accumulation. This research has an aims to study the diversity of periphyton as heavy metal bioindicator and as heavy metal accumulators of Cu in Gajah Wong River, Yogyakarta Special Region, as well as to determine the level of heavy metal accumulation in periphyton. Periphyton from river rock is dredged and preserved with 4% formalin, then it is analized to show indicator and determined the heavy metal accumulation using ICP (Inductively Coupled Plasma). The results show periphyton in Gajah Wong River that the most found in upstream are Fragillaria sp., Nitzschia sp., and Achnanthes sp.; midstream are Schizomeris sp., Scenedesmus sp., and.;d Fragillaria sp.; and downstream are Scenedesmus sp., Chlorococcum sp., and Cladophora sp.. Observations heavy metal bioaccumulation in periphyton show that range of heavy metal Cu content in water are: upstream, midstream, and downstream area is <0,02 mg/L. Heavy metal bioaccumulation in periphyton show that range of heavy metal Cu content in periphyton are: upstream is 12,65-68,58 mg/kg, midstream is 31,26-113,47 mg/kg, and downstream area is 41,31-141,41 mg/kg.
Kata Kunci : perifiton, keanekaragaman, akumulasi, Cu, Sungai Gajah Wong