Laporkan Masalah

Revitalisasi Doktrin Fukuda sebagai Instrumen Diplomasi Jepang terhadap Indonesia oleh Yasuo Fukuda

STRIRATNA NITYAHAYU, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M.A.

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Skripsi ini membahas mengenai bagaimana identitas sebuah negara dapat memengaruhi hubungan antara negara tersebut dan negara-negara lain. Menggunakan landasan konseptual konstruktivisme, skripsi ini mengangkat Doktrin Fukuda, sebuah instrumen diplomasi yang digunakan Jepang terhadap negara-negara ASEAN terutama Indonesia. Dalam skripsi ini akan dibahas mengenai bagaimana Doktrin Fukuda yang telah membangun identitas bersahabat Jepang kemudian direvitalisasi oleh Yasuo Fukuda untuk mempertahankan identitas positif Jepang di mata negara-negara ASEAN dan termasuk Indonesia secara khusus. Identitas menjadi sebuah konsep penting bagi penelitian ini karena identitas yang diupayakan dan interaksi yang terjadi di antara diri atau dalam hal ini Jepang dan liyan atau Indonesia akan saling memengaruhi dan membuat hubungan yang baik di antara pihak yang berinteraksi. Nilai yang digunakan dalam upaya pembangunan identitas, yang tercermin dari pilar-pilar Doktrin Fukuda juga merupakan hal yang berpengaruh dalam pembuatan konsep identitas tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dipromosikan Doktrin Fukuda telah bergeser dari sejak Doktrin Fukuda dirumuskan oleh Takeo Fukuda. Maka dari itu, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai upaya revitalisasi yang dilakukan oleh Yasuo Fukuda untuk mempertahankan nilai-nilai sesuai pilar-pilar Doktrin Fukuda tersebut.

This research delves into the matter of identity of a state and how it affects the relations between the state and the other states interacting with it. Using social constructivism as the conceptual ground, this thesis specifically addresses Fukuda Doctrine, a diplomatic instrument of Japan towards ASEAN countries, especially Indonesia. In this research, Fukuda Doctrine that already succeeded in making friendly identity of Japan then is revitalized by Yasuo Fukuda to maintain the positive identity in ASEAN countries perspectives, especially Indonesia. Identity becomes a very important concept of this research because the identity that is being constructed and the interaction that happens between the Self, or in this case Japan and the Other or Indonesia will influence each other and eventually make the positive relations blossoming between them. The values that are used in the attempt of constructing the identity, reflected from the pillars of Fukuda Doctrine will also affect the outcome of the renewed identity. The finding of this research shows that deviations from the values already occurred and thus, the need for analyze further of why Fukuda Doctrine needs to be revitalized is absolutely necessary.

Kata Kunci : Jepang, ASEAN, Indonesia, Doktrin Fukuda, Revitalisasi, Yasuo Fukuda, Konstruktivisme, Identitas, Interaksi, Diri, Liyan, Nilai, Pilar-pilar, Japan, ASEAN, Indonesia, Fukuda Doctrine, Revitalization, Yasuo Fukuda, Constr

  1. S1-2019-367422-abstract.pdf  
  2. S1-2019-367422-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-367422-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-367422-title.pdf