Laporkan Masalah

Berat badan Lahir Rendah Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Tegalrejo

FIFIT KHISTIYARINI, Iphigienia Iradati, S.KM.M.kes; Dra. Tasmini, M.Kes

2019 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Stunting merupakan kondisi pertumbuhan yang terhambat (tumbuh pendek), terjadi akibat kegagalan pada saat tumbuh kembang seorang anak karena kondisi kesehatan dan asupan gizi yang tidak seimbang. Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting. Bayi dengan BBLR akan terlambat tumbuh kembang karena pada bayi dengan BBLR mengalami retardasi pertumbuhan intera uterin dan akan terus berlanjut sampai usia selanjutnya setelah dilahirkan. Pada umumnya bayi dengan BBLR sering gagal menyusul tingkat pertumbuhan yang seharusnya dia capai pada usianya setelah lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya risiko antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo. Rancangan ini adalah case control dengan menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo dengan metode pengambilan sampel consecutive sampling. Analisis bivariabel menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. Analisis multivariat menggunkaan uji regresi logistik ganda untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dalam penelitian. Sampel terdiri dari 140 anak yang terbagi menjadi 70 anak stunting dan 70 anak tidak stunting. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang dilanjutkan dengan Fisher Exact Test menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (P=<0,05) antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting (P-value=0,037; OR 3,722). Anak yang memiliki riwayat BBLR akan berisiko mengalami stunting sebesar 3,72 kali dibanding anak yang lahir dengan berat normal. Pada analisis multivariat variabel yang berpengaruh dengan kejadian stunting adalah BBLR (P-value=0,046; OR=4,04), sedangkan variabel pemberian ASI eksklusif, pendidikan ibu dan pendapatan keluarga tidak berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan. Dapat disimpulkan bahwa kejadian BBLR mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan.

Stunting is a condition of growth that is inhibited (growing short), occurs due to failure during a child's growth due to health conditions and unbalanced nutritional intake. Low birth weight (LBW) is one of the risk factors that influence the incidence of stunting. Babies with LBW will grow late because babies with LBW experience retardation of uterine intervals and will continue until the next age after birth. In general, babies with low birth weight often fail following the growth rate that they should achieve at the age after birth. The purpose of the study was to determine the risk between LBW and the incidence of stunting in children aged 6-24 months in Puskemas Tegalrejo. This design is a case control using a quantitative method to determine the relationship between low birth weight and stunting incidence in children aged 6-24 months in the Puskesmas Tegalrejo with a consecutive sampling method. Bivariate analysis used the chi-square test to determine the relationship between two variables. Multivariate analysis used multiple logistic regression tests to determine the variables that were influential in the study. The sample consisted of 140 children divided into 70 stunting children and 70 children without stunting. Bivariate analysis with Chi-Square test followed by Fisher Exact Test showed that there was a significant relationship (P = <0.05) between the history of LBW and the incidence of stunting (P-value = 0.037; OR 3.722). Children who have a history of LBW will be at risk of stunting by 3.72 times compared to children born with normal weight. In the multivariate analysis the variables that influence the incidence of stunting are LBW (P-value = 0.046; OR = 4.04), while the variables of exclusive breastfeeding, maternal education and family income have no effect on the incidence of stunting in children aged 6-24 months. It can be concluded that the incidence of LBW affects the incidence of stunting in children aged 6-24 months.

Kata Kunci : Berat badan lahir rendah, stunting, anak usia 6-24 bulan/: Low birth weight (LWB), stunting, children aged 6-24 months

  1. D4-2019-368294-abstract.pdf  
  2. D4-2019-368294-bibliography.pdf  
  3. D4-2019-368294-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2019-368294-title.pdf