Identifikasi Modal dalam Strategi Pengembangan UMKM Gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kebupaten Sukoharjo
MAYA LUTVIANA AULIA, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor pekerjaan yang sangat potensial di Indonesia. Kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini mampu berkembang dan konsisten dalam meningkatkan perekonomian nasional karena sifatnya yang padat karya. Potensi yang dimiliki oleh sektor UMKM ini tampaknya mulai disadari dan menarik minat masyarakat untuk bekerja dalam sektor ini. UMKM gamelan Desa wirun merupakan suatu produk unggulan daerah yang memiliki potensi dalam upaya peningkatan perekonomian rakyat. Hal ini terbukti karena gamelan bukan hanya dipasarkan di dalam negeri melainkan juga produk ekspor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini dipilih karena dapat menjelaskan secara mendalam fenomena yang diteliti. Teknik penetuan informan dilakukan dengan menggunakan metode informan bertujuan. Informan dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari informan utama yaitu sembilan pelaku UMKM Gamelan Desa Wirun, serta sisanya dari pihak pekerja, pelaku UMKM lain dan konsumen gamelan Desa Wirun. Lokasi penelitian berada di beberapa wilayah Desa Wirun, Sukoharjo, yang merupakan wilayah tempat tinggal informan utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian yang kurang lebih 3 bulan pada waktu yang berbeda, tepatnya 2 bulan saat KKN 2017, dan 2 Minggu di bulan September 2018 dan 1 minggu di bulan November 2018. Melalui penelitian ini, dapat diketahui modal apa yang berpengaruh dalam strategi yang dilakukan oleh pelaku UMKM gamelan Desa Wirun dalam upaya pengembangan usahanya. Strategi-strategi yang dilakukan seperti mengikuti pameran, permodalan, memberi pelayanan dengan kualitas yang baik, dan menambah sumber daya manusia atau pekerja dan menguatkan ciri khas gamelan. Hal unik yang dilakukan mereka dengan membentuk kelompok persatuan pengrajin gamelan Desa Wirun yang menjadikan hal tersebut sebagai potensi dalam strategi penggembangan UMKM. Peneliti mencoba mencocokan dengan konsep strategi, kemudian mengaitkan dengan potensi modal sosial dalam dimensi struktural dengan pemanfaatan modal sebagai strategi pengembangan UMKM Gamelan yang ada di Desa Wirun. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak adanya penyetaraan harga, kelompok, serta sistem keuangan yang baik menjadikan strategi pengembangan UMKM tidak berjalan optimal. Akses pelaku UMKM gamelan terbatas, belum ada upaya baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan untuk program pengembangan UMKM Gamelan di Desa Wirun.
UMKM (the Indonesian term for small home-based businesses) is one of the most highly potential job sector in Indonesia. The UMKM businesses are developabale and are consistent in its role in prospering the national economy due to its labor intensive nature. The potential of this sector has seems been noticed by the public and has grown their interest to work within the sector. The gamelan UMKM of Wirun is one of the best local product that has the potential in the attempts of prospering the local’s economy. This is proven by the gamelan themselves are not only sold within the country but also becomes an export commodity. This research applied the qualitative research method with a descriptive approach. This method was chosen for its ability to thoroughly explain the occurring phenomenon. The informant selection technique were done by purposive sampling. The number of informants in this research is ten individuals consisted of the key informant, those involved in UMKM Gamelan Desa Wirun and the workers; those involved in other UMKM businesses and the consumers of Wirun’s gamelan UMKM. The research took place at several area within Wirun, Sukoharjo, which is where the key informant’s residence is. The data gathering techniques used was observations, interviews and documentations. The research was held for araound three months in several periods, which is a couple of months during KKN at 2017, two weeks in September 2018 and another week in November 2018. Through this research, the strategies done by the Gamelan Desa Wirun UMKM in developing its businesses can be identified. The implementation of those strategies were done by attending exhibitions, funding, providing good services, increasing workforces and strengthening the gamelan’s character. The unique move the UMKM did was to form an organization of gamelan makers in Wirun, which offer new potentials in developing the UMKM. The research attempted to measure the strategy’s concept, compare the the asset’s potential within the structural dimension with the development strategy of the gamelan UMKM. The result of this research indicates that the absence of price equalization, group, and good financial system has made the development strategy to become suboptimal. Access for the gamelan UMKM doers are limited with no good support from the local governments to help the development program of the gamelan UMKM.
Kata Kunci : Strategi, Pengembangan UMKM, Pelaku UMKM, Gamelan, Identifikasi Modal