POPULASI TUNGAU PADA BEBERAPA KLONA UBIKAYU
LUTFINA AULIA RAHMAN, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P. ; Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMANTungau merupakan salah satu hama penting pada ubikayu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui populasi tungau pada beberapa klona ubikayu. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman ubikayu di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, DIY pada bulan Juli 2018 - September 2018. Pengamatan dilakukan dengan rentang waktu satu minggu dengan mengambil satu daun sebagai sampel dari setiap klona ubikayu. Masing - masing klona diambil 3 daun. Parameter pengamatan meliputi populasi tungau pada setiap stadia, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tungau ditemukan pada semua klona ubikayu. Populasi tungau tertinggi pada klona Trembesi sebanyak 106 individu per tanaman dan terendah pada klona Markona sebanyak 43 individu per tanaman. Jumlah daun pada 9 klona rata - rata hampir sama. Jumlah daun terbanyak yaitu pada klona jari putih sebanyak 118.83 daun perpohon. Sedangkan jumlah daun yang paling sedikit pada klona markona sebanyak 44.50 daun per pohon. Hasil pengamatan tinggi tanaman menunjukkan bahwa klona Jari putih pada umur 5 BST tingginya mencapai 266.79 cm. Sedangkan pada klona Karangmojo mengalami pertumbuhan yang lama dibanding dengan klona lain yaitu 171.75 cm.
Mites are one of the most important pests in cassava. This study was conducted to determine mite populations in several cassava clones. The research was carried out on cassava plantations in Donokerto Village, Turi District, Sleman, DIY from July 2018 - September 2018. Observations of mite were carried out weekly by taking one leaf as a sample unit from each cassava clones. Each clones was taken 3 leaves. Observation parameters included mite populations on each stage, plant height, and number of leaves. The results showed that mites were found in all cassava clones. The highest population of mites in Trembesi clones was 106 individuals per plant and the lowest one was in Markona clones of 43 individuals per plant. The average number of leaves on 9 clones is almost the same. The highest number of leaves is on Jari Putih clones of 118.83 leaves. While the least number of leaves in the markona clone is 44.50 leaves per tree. The results of observations of plant height showed that the Jari Putih clones at the age of 5 BST reached 266.79 cm. Whereas the clones of Karangmojo only reached height of 171.75 cm.
Kata Kunci : Ubikayu, Populasi Tungau, Klon