Laporkan Masalah

DETERMINAN PSIKOSOSIAL PERILAKU BERPACARAN REMAJA

FARIDA HARAHAP, Prof. Dr. Tina Afiatin

2019 | Disertasi | DOKTOR ILMU PSIKOLOGI

Penelitian yang sudah ada mengenai perilaku berpacaran remaja lebih banyak menekankan pada aspek perilaku seksual dan kurang ditinjau dari aspek hubungan romantis atau dari perspektif teori tahap perkembangan hubungan romantis remaja. Perilaku berpacaran remaja yang diteliti adalah perilaku berpacaran dari aspek romantis dan sosial dan ditinjau berdasarkan teori tahap perkembangan hubungan romantis remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah: ada kesesuaian model teoritis dengan data empiris pada model determinan psikososial perilaku romantis pada remaja yang berpacaran yaitu adanya pengaruh komunikasi orangtua dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku berpacaran remaja melalui sikap, kontrol perilaku eksternal dan intensi berpacaran. Pendekatan penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode purposive sampling. Subyek penelitian berjumlah 264 orang siswa kelas XI SMA putra dan putri dari 6 sekolah di wilayah Kodya DI Yogyakarta yang berusia sekitar 15 - 18 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala komunikasi orangtua, skala pengaruh teman sebaya, skala sikap terhadap berpacaran, skala kontrol perilaku eksternal untuk berpacaran, skala intensi berpacaran dan skala perilaku berpacaran serta kuesioner data diri. Data dianalisis dengan model persamaan struktural. Hasil penelitian membuktikan bahwa teman sebaya berpengaruh terhadap perilaku romantis remaja yang berpacaran melalui sikap, kontrol perilaku yang dipersepsi dan intensi berpacaran. Komunikasi orang tua dengan remaja terkait pacaran berpengaruh langsung terhadap perilaku berpacaran remaja. Perilaku berpacaran remaja yang menonjol adalah aspek romantis dan telah berada pada tahap hubungan romantis yang berfokus pada kegiatan berdua dengan pasangan (couple dating).

Research on adolescent romantic relationship emphasizes more on aspects of sexual behavior and was not viewed from the romantic relationship and the stage of adolescent romantic relationship developmental. To broaden existing studies, these research focus on adolescent romantic relationship and based on the stage of development of adolescent romantic relationships. The hypothesis was there were suitability of the theoretical model with empirical data of the psychosocial determinants of adolescenta romantic activities, namely the influence of parental communication and peer influence on adolescent romantic activities through attitudes, perceived behavioral control and intention to do romantic activities. The research approach used was quantitative research and used a purposive sampling method. The subjects of this study were 264 students of 11th grade male and female high school students from 6 schools in the DI Yogyakarta Kodya area, aged around 14-19 years. The research instrument used were the scale and questionnaire. Data was analyzed with structural equation models. The results of the study prove that the theoretical model of psychosocial determinants of adolescent romantic activities are appropriate with empirical condition. Peers had influence to the adolescent romantic activities through attitudes, perceived behavioral control and romantic activities intentions. Communication between parents and adolescents had a direct influence on the adolescent romantic activities. The stage of adolescent romantic relationships development of class XII high school students who become research participants shows that it has been at the stage intimate behavior and doing romantic activities with partner (couple dating).

Kata Kunci : hubungan romantis, pacaran, perilaku pacaran remaja

  1. S3-2019-352929-ABSTRACT.pdf  
  2. S3-2019-352929-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S3-2019-352929-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S3-2019-352929-TITLE.pdf