Laporkan Masalah

GAMBARAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI IBU TERKAIT OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA DI KECAMATAN SAPTOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

ALSA BILLAH SEPTIVA, Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D; Itsna Luthfi Kholisa, S.Kep., Ns., MANP

2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Sebuah penelitian menyatakan lebih dari 200 juta anak usia di bawah lima tahun di negara berkembang berisiko tidak dapat memenuhi potensi tumbuh kembangnya. Ibu berperan sangat penting dalam praktik pengasuhan balita. Namun, fakta saat ini banyak ibu belum melaksanakan praktik pengasuhan balita dengan maksimal. Pendidikan kesehatan pada ibu akan meningkatkan pengetahuan ibu terhadap pengasuhan balita dan mengurangi kesalahan dalam megasuh dan meningkatkan tumbuh kembang balita. Dalam merencanakan pendidikan kesehatan, hal pertama yang penting untuk dilakukan yaitu menganalisis kebutuhan individu. Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi gambaran kebutuhan pendidikan kesehatan bagi ibu terkait optimalisasi tumbuh kembang balita usia 2-5 tahun di Saptosari, Gunungkidul. Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian berjumlah 6 orang, menggunakan snowball sampling dan analisis data berdasarkan Collaizi. Hasil: Penelitian menggasilkan 4 tema pokok, antara lain: permasalahan terkait tumbuh kembang balita, usaha ibu dalam menghadapi permasalahan balita, strategi berdasarkan pengalaman mendapatkan pendidikan kesehatan, kebutuhan topik pendidikan kesehatan terkait optimalisasi tumbuh kembang balita. Kesimpulan: Permasalahan balita pada masa tumbuh kembang mencakup permasalahan makan, tidur, psikososial, buang air besar dan kecil, pemahaman terkait faktor penyebab permasalahan psikososial balita serta pemahaman terkait manfaat bermain untuk balita. Kemampuan ibu dalam mengakses dan menerima informasi terkait pengasuhan balita masih tergolong minim. Informasi yang disampaikan kepada ibu belum merata oleh karena keterbatasan teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih. Oleh karena itu, ibu dan kader balita menjadi fokus dalam pengembangan program pendidikan kesehatan yang efektif.

Background: A study shows that more than 200 million toddler in developing countries have a risk to fulfill their growth potential. Mother is the most importance to practice toddler care. However, there are many mothers have not do the best toddler care practice yet. Health education for mothers will increase maternal knowledge and reduce the mistakes in caring and promoting growth and development. The first step that important for planning health education is analyze the suit of indvidual needs. Objective: This research was aimed to explore the description of health education needs for mothers related to optimizing growth and development of child 2-5 aged in Saptosari, Gunungkidul. Methods: This research was a qualitative type with a phenomenological approach. There were 6 subject with snowball sampling and analyzing data using Collaizi method. Results: The research showed that there were 4 themes such us: problems related to toddler growth, mother's efforts in dealing with toddler problems, strategies based on the experience of getting health education, health education topic needs related to the optimization of toddler growth and development. Conclusion: Toddler problems that occur include eating, sleep, psychosocial, and defecation problems, understanding the factors of causing psychosocial problems and understanding the benefits of playing for children. The ability of mothers to access and receive information is still minimal. The information has not been evenly distributed due to limitations technology and human resources trained. Therefore, both mothers and cadres become the focus in developing effective health education programs.

Kata Kunci : Balita 2-5 tahun, tumbuh kembang, ibu, pengasuhan balita, kebutuhan pendidikan kesehatan.

  1. S1-2018-367415-abstract.pdf  
  2. S1-2018-367415-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-367415-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-367415-title.pdf