IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) UNTUK MENCAPAI LUASAN 30% DI KOTA YOGYAKARTA
M NOVKY IBNU FEBRIAN, Dr. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 KEHUTANANRuang terbuka hijau (RTH) khususnya di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, sosial budaya, dan estetika. Adapun dalam penyediaannya, haruslah memenuhi 30% dari luas total wilayah perkotaan. Namun, ketersediaan jumlah RTH di Kota Yogyakarta masih belum memenuhi persentase tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasikan pelaksanaan kebijakan pengelolaan RTH di Kota Yogyakarta untuk mencapai luasan sebesar 30%. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang menekankan pada penjelasan deskriptif terhadap permasalah yang sedang diteliti. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap pihak Pemerintah Kota Yogyakarta dengan metode purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan snowball sampling. Sedangkan studi dokumentasi dilakukan pada literatur, baik yang diproduksi pihak Pemerintah Kota Yogyakarta maupun yang diproduksi pihak lain. Implementasi kebijakan menggunakan model kesesuaian implementasi kebijakan. Lokasi penelitian adalah Kota Yogyakarta dan waktu penelitian adalah bulan September-Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab terhadap penyediaan RTH. Setiap OPD memiliki kebijakan terkait perencanaan pembangunan RTH dengan capaian target tertentu. Masyarakat juga mempunyai peran serta dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Efektifitas dari implementasi kebijakan tersebut ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil. Ketidakberhasilan tersebut disebabkan adanya suatu hambatan yang dihadapi setiap OPD. Alhasil, setiap OPD akhirnya membuat suatu solusi agar hambatan tersebut tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Green open space, especially in urban areas, has important functions including ecological, socio-cultural, and aesthetic aspects. As for its provision, it must meet 30% of the total urban area. However, the availability of open green space in the city of Yogyakarta was not enough of that percentage. This research aimed to analyze the implementation of green open space management policies in the city of Yogyakarta to reach an area of 30%. This research used a qualitative research approach that emphasizes descriptive explanations of the problems being studied. Data collected through interviews and documentation studies. Interviews were conducted on the Yogyakarta City Government with a purposive sampling method then continued with snowball sampling. While the documentation study was carried out in the literature, both produced by the Yogyakarta City Government and those produced by other parties. Policy implementation used a conformity model for the implementation of the policy. This research location was the city of Yogyakarta and the time of research is September-December 2018. The results of the research indicated that there are five regional apparatus organizations that are responsible for the provision of green open space. Each organization has a policy related to the planning of green open space development with certain target achievement. The society also has a role in implementing the policy. The effectiveness of the implementation of the policy was successful and some were unsuccessful. This failure is due to an obstacle faced by each organization. As a result, each organization finally made a certain solution so that these obstacles did not repeat again in the future.
Kata Kunci : RTH, Implementasi Kebijakan, Pemerintah Kota Yogyakarta; Green Open Space, Policy Implementation, Yogyakarta City Government