Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Petani mengenai Pestisida dengan Angka Kejadian Tremor pada Petani Terpajan Pestisida di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah
THALIA, Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S(K); dr. Rusdy Ghazali Malueka, Ph.D., Sp.S
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANINTISARI Latar Belakang: Indonesia merupakan Negara Agraris, sehingga sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia adalah sebagai petani. Dalam meningkatkan hasil pertanian petani banyak menggunakan pestisida. Penggunaan pestisida yang tidak terkendali akan memberikan risiko keracunan pestisida bagi petani. Keracunan pestisida sangat beragam, salah satu dampak dari keracunan pestisida adalah adanya gangguan pada sistem saraf berupa tremor. Tujuan: Membuktikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan petani mengenai pestisida dengan angka kejadian tremor di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang (cross sectional) dengan jumlah responden sebanyak 123 responden dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek diberi kuesioner terkait pengetahuan mengenai pestisida dan dilakukan pemeriksaan menggunakan kuesioner Tremor Rating Scale (TRS). Hasil: Dari 123 responden, sebanyak 88 responden (72%) mengalami tremor. Dengan 66 responden diantaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sehingga saat diuji menggunakan pearson chi-square tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p value sebesar 0,468 (p> 0,005). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan petani mengenai pestisida dengan angka kejadian tremor di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Kata kunci: pestisida, petani, tingkat pengetahuan, tremor
ABSTRACT Background: Indonesia is an agricultural country, so most of the livelihoods of the Indonesian population are farmers. In increasing agricultural yields, many farmers use pesticides. Uncontrolled use of pesticides will provide a risk of pesticide poisoning to farmers. Pesticide poisoning is very diverse, one of the effects of pesticide poisoning is a disturbance in the nervous system in the form of tremors. Objective: Proving the relationship between the level of knowledge of farmers regarding pesticides and the incidence of tremors in Ngablak Subdistrict, Magelang District, Central Java Province. Method: This study uses a cross sectional method with a total of 123 respondents and has met the inclusion and exclusion criteria. Subjects were given a questionnaire related to knowledge about pesticides and were examined using the Tremor Rating Scale (TRS) questionnaire. Result: Of the 123 respondents, 88 respondents (72%) experienced tremors. With 66 respondents among them having good knowledge. So when tested using Pearson chi-square there is no significant relationship with the p value of 0.468 (p> 0.005). Conclusion: There is no significant relationship between the level of knowledge of farmers regarding pesticides and the incidence of tremors in Ngablak Subdistrict, Magelang District, Central Java Province. Keywords: pesticides, farmers, level of knowledge, tremor
Kata Kunci : pestisida, petani, tingkat pengetahuan, tremor