Laporkan Masalah

PERBANDINGAN TINGKAT LITERASI DIGITAL REMAJA DAERAH JAKARTA TIMUR DAN TANGERANG SELATAN

ANINDHITA IRSALINA W, Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Perkembangan TIK ditandai dengan meningkatnya interaksi antara manusia dengan teknologi sehingga populernya penggunaan media baru (New Media). Pentingnya teknologi dan kualitas SDM diadopsi oleh manajemen perkotaan dengan salah satu konsep berupa kota cerdas dengan salah satu komponennya, yaitu masyarakat cerdas. Perkembangan TIK yang terpusat terutama di jawa memiliki masalah yang tidak pada akses tetapi bagaimana pemanfaatan internet oleh sumber daya manusia. Sehingga lahirlan konsep yang disebut second level digital divide. Kesenjangan digital ini salah satunya dapat diukur dengan literasi digital. Jakarta dan Tangerang Selatan merupakan kedua kota yang telah mengaopsi kota cerdas dalam manajemen kotanya. Pendekatan penelitian kali ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan pertama menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan tujuan kedua menggunakan metode komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian angket kepada remaja di Jakarta Timur dan Tangerang Selatan. Hasil yang didapat menunjukkan tidak ada perbedaan antara tingkat literasi digital Jakarta Timur dan Tangerang Selatan. Namun apabila dilihat pada setiap komponenya terdapat persentase komponen yang berbeda jauh pada partisipasi remaja Tangerang Selatan dan Jakarta Timur. Partisipasi Remaja Jakarta Timur cenderung lebih tinggi dibanding dengan Tangerang Selatan. Hasil hipotesis komparatif dilakukan untuk melihat perbedaan faktor jenis kelamin, pendapatan orang tua, dan pendidikan terakhir orang tua dengan literasi digital menunjukkan terdapat perbedaan setiap faktor tersebut. Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa perbedaan jenis kelamin, pendapatan orang tua, dan pendidikan terakhir orang tua memberikan perbedaan tingkat literasi digital remaja di Jakarta Timur dan Tangerang Selatan.

The development of ICT is characterized by the increasing interaction between humans and technology, so new media gots impirtant role in everyday life. The importance of technology and quality of human resources is adopted by urban management with one of the concepts in the form of a smart city or more fomous, namely smart people.. The development of ICTs that are centralized, especially in Java, has problems beyond access but how to use the internet by society. So a concept called the second level digital divide was born. This digital gap can be measured by digital literacy. Jakarta and South Tangerang are the two cities that have adopted smart cities in their city management. This research used a quantitative approach. The first objective used descriptive quantitative method and the second objective uses the comparative method. Data collection was carried out by distributing questionnaires to adolescents in East Jakarta and South Tangerang. The results show that there is no difference between the digital literacy in East Jakarta and South Tangerang. However, when viewed in each component there is a slightly different percentage of components in the participation of teenagers in South Tangerang and East Jakarta. East Jakarta Youth Participation tends to be higher compared to South Tangerang. The results of the comparative hypothesis were conducted to see differences in gender factors, parents' income, and the last education of parents with digital literacy showing that there were differences in each of these factors. So it can be concluded that gender differences, parental income, and the last education of parents provide differences in the level of digital literacy of adolescents in East Jakarta and South Tangerang.

Kata Kunci : Media baru, Literasi digital, perkotaan, Faktor sosial, faktor demografis.