Film dan Ruang Kemanusiaan : Studi Kasus Film City of God (2002) dan Favela Brazil
RYAN RIVALDI, Dr. Diah Kusumaningrum, S.IP., M.A.
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana sebuah film berjudul City of God dapat memengaruhi pengambilan kebijakan pemerintah setempat yang dalam hal ini adalah pemerintah kota Rio de Janeiro dan Brazil secara keseluruhan. Isu kemanusiaan yang dipicu oleh ketidakadilan sosial yang dihadapi kawasan kumuh kota Rio (Favela) telah berlarut selama puluhan tahun tanpa ada respon berarti dari pemerintah. Kurangnya fasilitas umum seperti listrik, air, transportasi, dan sanitasi ditambah dengan minimnya lapangan kerja serta jasa peneyedia kesehatan dan pendidikan menimbulkan berbagai isu kemanusiaan seperti kemiskinan, tingginya angka kriminalitas dan pembunuhan, penyakit, dan kelaparan. Film City of God berperan sebagai sebuah kampanye yang akhirnya dapat memberikan tekanan kepada pemerintah Brazil untuk mulai menindaklanjuti permasalah favela. Penelitian ini akan menggunakan teori Boomerang Effect oleh Keck dan Sikkink dalam teori advokasi transnasional serta kampanye komunikasi publik tipe Public Will Campaign untuk menjadi landasan analisa bagaimana sebuah film dapat memengaruhi suatu isu kemanusiaan. Temuan dari penelitian ini adalah mekanisme Boomerang Effect membawa tekanan masyarakat internasional kepada pemerintah Brazil yang kemudian mendorong pemerintah untuk merespon isu favela yang mana film City of God dapat dikategorikan sebagai suatu kampanye Public Will Campaign.
This research is aimed to analyze how the movie City of God influenced the Brazilian government to finally take action on the favela issues. There has been some severe humanitarian issues among the Brazilian favela dwellers that the government been neglecting for years. Issues such as high mortality and crimes, diseases, poverty, and hunger can be seen throughout the favelas of Brazil, particularly around the city of Rio de Janeiro. The 2003 movie called City of God then acted as some kind of campaign directed to the international audience in the hopes of triggering a kind o social movement to pressure the Brazilian government. From this background, this research will be conducted with analytical frame of the Boomerang Effect theory by Keck and Sikkink and also Public Will Campaign to better understand the process of transnational advocacy by movie can bring changes to domestical issues. The findings of this research can be summarized by stating that the movie City of God play a role as a public will campaign directed to international audience who then pressure the Brazilian government to finally end the negligence towards favela issues.
Kata Kunci : Film, City of God, Brazil, Rio de Janeiro