TANGGUNG JAWAB ILMUWAN TERHADAP REKLAMASI TELUK JAKARTA
IZZATIN AULIA, Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum.
2018 | Skripsi | S1 FILSAFATReklamasi Teluk Jakarta merupakan fenomena dilematis yang membagi masyarakat menjadi dua kelompok, yakni pihak yang mendukung (pro) dan pihak yang menolak (kontra) terhadapnya. Keberpihakan ini berdasarkan penilaian pribadi masyarakat atas sistem, perkembangan, serta dampak-dampak reklamasi yang mempengaruhi kehidupan mereka. Ketiga hal ini jelas berhubungan dengan ilmuwan yang berperan melakukan feasibility study dalam perwujudan reklamasi Teluk Jakarta. Penelitian ini merupakan kajian Aksiologi Ilmu, dengan menganalisis reklamasi Teluk Jakarta (sebagai objek material) menggunakan perspektif tanggung jawab ilmuwan (sebagai objek formal). Model penelitian ini adalah penelitian filsafat yang bersifat kualitatif tentang fenomena aktual. Datum yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel ilmiah dan pustaka penunjang lainnya. Selain pustaka, peneliti juga menggunakan data hasil wawancara pribadi dengan beberapa narasumber demi penelitian yang komprehensif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: despkripsi, interpretasi, koherensi internal, kesinambungan historis, dan refleksi. Pemilihan metode didasarkan pada permasalahan yang telah dirumuskan dan digunakan sebagai alat untuk menemukan pemecahan masalah tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini secara garis besar adalah mendeskripsikan pengertian reklamasi dan ruang lingkupnya serta menganalisis secara kritis tanggung jawab ilmuwan terhadap reklamasi Teluk Jakarta. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah pemahaman tentang peran dan tanggung jawab ilmuwan terhadap reklamasi Teluk Jakarta. Tanggung jawab ilmuwan terhadap reklamasi Teluk Jakarta diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni tanggung jawab moral, tanggung jawab sosial, dan tanggung jawab legal. Terdapat empat disiplin ilmu yang berpengaruh besar terhadap diskursus reklamasi, khususnya Teluk Jakarta. Keempat disiplin ilmu tersebut adalah: Planologi, Ekologi, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Manajemen Kebijakan Publik. Ilmuwan-ilmuwan pada bidang ini paling banyak berperan dalam tahap pra reklamasi, yakni tahap pengajuan izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi. Dalam hal ini, ilmuwan bertindak sebagai peninjau kelayakan calon proyek reklamasi; menilai secara objektif apakah proyek tersebut membawa lebih banyak manfaat atau kerugian bagi masyarakat. Ilmuwan dalam melakukan pekerjaannya dituntut untuk mengutamakan kemaslahatan masyarakat.
Teluk Jakarta reclamation is a dilemmatic phenomenon that divides the society into two parties; those who support it (the pros) and those who against it (the cons). It is based on their personal opinions about the system, developments, and impacts of the reclamation that affect their lives. These three aspects certainly relate to scientists who play the role in feasibility study in the realization of Teluk Jakarta reclamation. This research is based on axiological science, by analyzing Teluk Jakarta reclamation (as the subject matter) using the perspective of scientist responsibility (as the optic). This research is a qualitative philosophical research on actual phenomenon. This research uses books, scientific journals, scientific articles and other supporting literatures as the data sources. Other than literatures, researcher also uses data from the personal interviews with some respondents for the comprehencive research. The methodical elements employing in this research are; despcription, interpretation, internal coherence, historical continuity, and reflection. The employment of the elements is based on the research questions. The main steps of the research in general terms are describing the meaning of reclamation and its scope, and critically analyzing the scientists responsibilities towards Teluk Jakarta reclamation. The result achieved in this research is an understanding of the roles and responsibilities of scientists towards Teluk Jakarta reclamation. The scientists responsibilities towards Teluk Jakarta reclamation is classified into three kinds, which are moral responsibility, social responsibility, and legal responsibility. There are four scientific disciplines that have a major influence on reclamation discourse, especially the Teluk Jakarta reclamation. These four disciplines are: Planology, Ecology, Economics, and Public Policy Management. Scientists in these espects have the most role in the pre-reclamation phase, which is submitting a location permit and implementation permit. In this case, the scientist acts as a feasibility reviewers of the reclamation; objectively evaluate whether the project brings more benefits or harms to the society. Scientists are required to prioritize the benefit of society.
Kata Kunci : Reklamasi, Reklamasi Teluk Jakarta, Tanggung Jawab, Ilmuwan, Land Reclamation, Teluk Jakarta Reclamation, Responsibility, Scientist