GAMBARAN DAN IDENTIFIKASI FAKTOR LITERASI GANGGUAN KECEMASAN PADA MASYARAKAT DI WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SHABRINA PATRIAVY B, Dr. Susi Ari Kristina, M. Kes., Apt.
2019 | Skripsi | S1 FARMASIGangguan mental merupakan ancaman global yang perlu diperhatikan dengan serius. Tingkat literasi yang rendah mengenai gangguan mental dapat berdampak pada terlambatnya penanganan gangguan itu sendiri. Peneliti ingin mengetahui gambaran tingkat literasi gangguan kecemasan masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi literasi gangguan kecemasan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Responden yang terlibat berjumlah 160 orang yang diambil dengan metode convenience sampling di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Status indikasi gangguan kecemasan diukur menggunakan alat ukur Generalized Anxiety Disorder-7. Sebanyak 50% responden terindikasi gangguan kecemasan dan 50% lainnya tidak terindikasi. Sebanyak 52,5% responden memiliki tingkat literasi gangguan kecemasan yang rendah dan 47,5% responden memiliki tingkat literasi gangguan kecemasan yang tinggi. Terdapat hubungan antara status terindikasi responden dan jenis pendidikan dengan tingkat literasi gangguan kecemasan. Akan tetapi, tidak terdapat hubungan pada jenis kelamin, usia, tempat tinggal, dan tingkat pendidikan dengan tingkat literasi gangguan kecemasan. Studi ini menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta masih rendah. Diperlukan upaya sinergi pemerintah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap penyakit gangguan kecemasan agar penderita gangguan kecemasan dapat tertangani dengan baik dan angka kejadian penyakit gangguan kecemasan dapat menurun.
Mental disorders are global threats that need to be taken seriously. A low level of literacy regarding mental disorders can have an impact on the delay in handling the disorder itself. The researcher wanted to find out the description of the level of literacy of community anxiety disorders in the Special Region of Yogyakarta and identify factors that influence the literacy of anxiety disorders. This research was conducted using a cross-sectional design. Respondents involved numbered 160 people who were taken by convenience sampling method in the Special Region of Yogyakarta. This research was conducted using an instrument in the form of a questionnaire. Status indications of anxiety disorders were measured using a Generalized Anxiety Disorder-7 measure. As many as 50% of respondents indicated an anxiety disorder and the other 50% were not indicated. As many as 52.5% of respondents had a low level of anxiety disorder literacy and 47.5% of respondents had a high level of anxiety disorder literacy. There is a relationship between the indicated status of the respondent and the type of education with the level of anxiety disorder literacy. However, there is no relationship to gender, age, place of residence, and level of education with the level of literacy of anxiety disorders. This study shows that the literacy level of the Yogyakarta Special Region is still low. Efforts to synergize the government and health workers are needed to improve public literacy against anxiety disorders so that patients with anxiety disorders can be handled properly and the incidence of anxiety disorders can decrease.
Kata Kunci : gangguan kecemasan, literasi kesehatan mental, GAD-7