Laporkan Masalah

Pengaruh Pendapatan, Faktor Sosial dan Pengambilan Keputusan Rumah Tangga terhadap Konsumsi Daging

IMAN FADHILLAH DWI H, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM. ; Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., MP., Ph.D., IPM.

2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Protein hewani merupakan protein yang sangat penting bagi tubuh manusia. Pangan sumber protein hewani asal ternak dapat diperoleh dari daging, susu dan telur. Faktor sosial ekonomi keluarga diduga memiliki pengaruh yang cukup besar pada pengeluaran konsumsi protein hewani khususnya yang berasal dari daging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pendapatan, faktor sosial dan pengambilan keputusan keluarga terhadap tingkat konsumsi daging pada skala rumah tangga. Data Indonesian Family Life Survey (IFLS) yang didalamnya terdapat hasil survey rumah tangga dari beberapa wilayah di Indonesia. Secara deskriptif data menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan responden adalah sebesar Rp 1.878.986,00 per bulan. Rata-rata pendapatan tersebut digunakan untuk mengkonsumsi daging sebesar Rp 23.161,76 per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran pendapatan untuk mengkonsumsi daging masyarakat Indonesia masih rendah yaitu 1,23% dari total pendapatan per bulan. Analisis Regresi digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi konsumsi daging. Pendapatan, etnis, pendidikan dan usia memiliki pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap konsumsi daging rumah tangga. Hasil dari penelitian menunjukkan R-squared sebesar 0,187 yang berarti sebesar 1,87% konsumsi daging dipengaruhi oleh varibel dalam model. Variabel yang tidak digunakan dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap konsumsi daging.

Animal protein is an important source of protein for human body. Animal protein could be obtained from meat, milk, and eggs of livestock. The researchers suspected that the socioeconomic factors of a family could have a big impact on their expenditure on animal protein consumption, especially from meat. This study aims to analyze effect of income, social factor and household decision making to rate of meat consumption in household. Data were taken from Indonesian Family Life Surveys (IFLS) household survey results from some regions in Indonesia. The data show that the respondents average income is Rp 1.878.986 per month, and the average expenditure on meat consumption is Rp 23.161,76 per month. From these findings, researchers might conclude that the expenditure on meat consumption in Indonesia is still low, around 1,23% of monthly income on average. Regression Analysis was applied to determine the influence factors of meat consumption. Income, ethnic, education and age had significant effects (p<0,05) to the household meat consumption. However, the R-squared was 0,0187 which mean only 1,87% of meat consumption were determined by variables in the model. Other variables may explain better on meat consumption.

Kata Kunci : daging, faktor sosial, pendapatan, pengambilan keputusan, protein hewani

  1. S1-2019-368214-abstract.pdf  
  2. S1-2019-368214-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-368214-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-368214-title.pdf